Hukum dan Kriminalitas

Belum Sampai Sebulan, 31 Pengedar Narkoba Diamankan Satreskoba Tulungagung

Kerja dari Satreskoba Polres Tulungagung patut diacungi jempol. Betapa tidak, dalam kurun 1 hingga 22 Januari 2020, satuan yang dipimpin oleh AKP Suwancono itu berhasil mengamankan 31 tersangka dari 20 kasus, atau rata-rata 1 kasus tiap harinya.

Kebanyakan kasus yang diungkap adalah peredaran narkoba jenis sabu. Dari 31 tersangka 7 diantaranya merupakan residivis narkoba.

“Mereka ada pemakai ada pengedar juga,” ujar Kapolres Tulungagung, AKBP E.G Pandia, Kamis (23/1/20).

Dari ungkap kasus ini berhasil diamankan sabu seberat 48 gram dan sekitar 7 ribu lebih pil dobel L serta 200 pil psikotropika. Dari pulhan kasus yang diungkap, paling menonjol adalah ungkap peredaran sabu dengan BB sabu seberat 28 gram. Mereka mendapatkan barang haram itu dari Kediri.

“Dua Jaringan, untuk sementara bandarnya masih kita kejar,”kata Kapolres lebih lanjut.

Dari 2 jaringan itu salah satunya merupakan jaringan internasional. Namun Kapolres enggan mengungkapkan jaringan yang dimaksud dengan alasan penyelidikan.

Sempat disinggung banyaknya kasus yang diungkap mengindikasikan tingginya peredaran gelap narkoba di Tulungagung, Kapolres menyanggahnya. Menurut Kapolres, banyaknya ungkap kasus narkoba yang dilakukan, lantaran upaya ungkap kasus narkoba yang kian tinggi.

“Upaya ungkap kita yang makin meningkat, dan kita memberikan motivasi pada anggota bahwa narkoba sangat berbahaya,” tutur Kapolres.

Kapolres menjelaskan pemuda yang terjerat narkoba, 20 hingga 30 tahun kedepan akan rusak mentalnya. Hal itu terlihat saat Kapolres berusaha berbincang dengan salah satu tersangka yang diamankan. Terlihat tersangka yang sekaligus pengguna itu lambat dalam menerima dan mencerna informasi yang disampaikan, seperti anak kecil.

Peredaran narkoba sendiri yang awalnya berpusat di wilayah timur Tulungagung seperti Kecamatan Ngunut, kini sudah bergeser ke wilayah utara dan selatan pusat kota.

“Ada di Ngantru, Besuki, dan Karangrejo,” terang Kapolres.

Sasaran peredaran gelap narkoba ini merupakan masyarakat umum. dalam sebulan tiap pengedar mampu meraih omzet hingga 60 juta rupiah.

Dari beberpaa barang bukti, juga terlihat beberapa buku tabungan dan kartu ATM. Hal itu mengindikasikan beberapa transaksi sudah dilakukan melalui transfer antar perbankan.

“Iya (transaksinya) transfer,” tandas Kapolres.
(jp/ery)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: