Hukum dan Kriminalitas

Dikaitkan dengan Dugaan Korupsi Tulungagung Motor Cross, Polisi Periksa Ketua KONI

Untuk mengungkap dugaan kasus korupsi dana hibah Pemkab Tulungagung bagi organisasi TMC (Tulungagung Motor Cross), Unit Pidana Khusus Satreskrim Tulungagung memeriksa pengurus KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Kabupaten Tulungagung. salah satu yang dipanggil untuk diperiksa adalah ketua KONI, Mulyani.

“Memang hari ini agenda kita memanggil saksi dari Ketua KONI, kita periksa dan dalami terkait penggunaan dana dari TMC,” ujar Kapolres Tulungagung melalui Kanit Pidkor satreskrim Tulungagung, Iptu Andik Prasetyo, Kamis (23/1/20).

Disinggung status pemeriksaan yang dilakukan, Andik mengatakan sudah sampai tahap pentidikan. Meski begitu hingga saat ini masih belum ada tersangka yang ditetapkan.

“Untuk tersangka bel;um kita btetapkan, nanti menunggu hasil penyidikan,” ujar andik.

Dalam KONI ada cabang olah raga motor cross yang berada di bawah naungan IMI (ikatan motor Indonesia), organisasi motor cross di Tulungagung adalah TMC.

Pihaknyua mengusut penggunaan dana yang tidak sesuai dalam TMC.

“Dalam pentidikan kami mulai tahun 2016,” ujar Andik.

Untuk menghitung kerugian negara dalam kasus ini, pihaknya melibatkan BPKP (Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi) dan Polda Jatim.

“Unutk audit nanti menunggu surat dari Polda dan BPKP,” ujar Andik.

Hingga saat ini pihaknya sudah memeriksa 10 saksi dari sekitar 15 saksi yang dijadwalkan untuk dimintai keterangan, termasuk ketua TMC dan Ketua KONI.

Disinggung tentang adanya rumor yang mengatakan kasus ini melibatkan mantan anggota DPRD Tulungagung, Andik enggan menjawabnya dengan alasan masih proses pemeriksaan.

“Iya nanti menunggu proses pengembangan,” tutur Andik.

Sementara itu Ketua KONI, Mulyani selepas diperiksa sebagai saksi membenarkan jika pemeriksaan yang dilakukan berkaitan dengasn TMC.

Saat di tanya awak media, Mulyani menjelaskan besaran anggaran yang diduga digunakan tidak semestinya dalam TMC.

“Kurang lebih 300 jutaan, dalam kurun waktu 2016-2019,” ujar pria yang pernah menjabat sebagai camat itu.

Uang itu kata Mulyani dipergunakan untuk lapangan latihan motor cross dan biaya latihan.

Mulyani tak menaruh kecurigaan atas penggunaan uang itu, lantaran selama ini untun atlit motor cross juga mendapatkan prestasi.

“Kalau secara formal karena itu resmi ya enggak ada, tapi dilapangan apakah punya hutang kita belum tahu juga,” terang Mulyani.

TMC sendiri sudah berada di bawah naunagn KONI lebih dari 5 tahun. Setiap tahun oraganisasi ini mendapatkan hibah dari Pemkab melalui KONI sesuai pengajuan kegiatan oleh TMC. Selama ini dirinya tidak melihat bada masalah dalam LPJ TMC yang dikirimkan ke KONI.

“LPJ ini dimana tempatnya? Ternyata ada (dilampiri foto), terkait permasalahan ini (korupsi) saya belum tahu,” tandas Mulyani.
(jp/ery)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close