Pendidikan

Belajar Online, Pakai Rumah Belajar Saja

Sejumlah 16 SMA di Kota Malang, baik negeri maupun swasta, mengikuti Fasilitasi Pemanfaatan Rumah Belajar Menuju Digitalisasi Pendidikan di SMAN 8 Malang, Kamis (23/1/2020). Fasilitasi yang digelar Pusat Data dan TIK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI tersebut sudah digelar sejak Rabu kemarin (22/1/2020).

Dr Mansur Fauzi SE MSi selaku Pengembang Teknologi Pembelajaran (PTP) Ahli Utama
Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemdikbud menyampaikan, Fasilitasi tentang Rumah Belajar yaitu memberikan sosialisasi kepada para guru-guru tentang portal Rumah Belajar.

“Portal Rumah Belajar memiliki fitur-fitur yang berisi tentang konten-konten pembelajaran. Sangat berguna bagi siswa, guru, orang tua, maupun masyarakat,” katanya kepada Kami.

Ia menekankan, konten-konten tersebut tersedia secara gratis. Bisa dimanfaatkan oleh siswa, guru, orang tua, dan masyarakat tanpa harus membayar.

“Konten-konten dalam Rumah Belajar itu materi-materi pembelajaran yang bisa membuat siswa, guru, orang tua, atau masyarakat bisa belajar di mana saja, kapan saja, dengan siapa saja,” bebernya.

Menurut Mansur, fasilitasi tersebut dilakukan dalam rangka penguatan, pemanfaatan, dan pendayagunaan TIK (Teknologi, Informasi, dan Komunikasi).

“Mudah-mudahan aja bisa dapat dukungan. Jawa Timur ini paling luar biasa. Tanggapannya positif terhadap Rumbel (Rumah Belajar),” katanya.

Semua pihak diharapkan Mansur memanfaatkan portal tersebut lantaran sudah disediakan secara gratis.

“Rumbel gratis. Tidak bayar. Sementara ada tetangga kita yang harus bayar (pihak swasta). Jadi kita membantu masyarakat,” tegasnya sekali lagi.

Selain Mansur, fasilitasi tersebut juga menghadirkan narasumber Dr Sumarno selaku PTP Ahli Utama Pusdatin Kemdikbud dan Atiko SS MPd MM selaku Duta Rumah Belajar Provinsi Jawa Timur.

Sementara itu, Kepala SMAN 8 Kota Malang Anis Isrofin selaku tuan rumah menyatakan, tiap sekolah yang hadir diwakili oleh dua orang terdiri atas waka kurikulum dan guru TI. Ia menambahkan, dengan adanya fasilitasi tersebut diharapkan guru-guru di Kota Malang semakin familiar dengan Rumah Belajar.

“Karena fitur-fiturnya itu bisa digunakan baik untuk guru maupun untuk siswa, sehingga dengan adanya fasilitasi ini nanti diharapkan masing-masing guru yang sudah diikutkan ini bisa mengimbaskan di sekolah-sekolahnya,” terangnya.

Jadi, nantinya, guru-guru dan siswa-siswa di masing-masing sekolah juga menggunakan aplikasi tersebut, khususnya untuk pembelajaran di kelas.

“Kan semua sekolah sudah menggunakan WiFi. Jadi pembelajaran tidak lagi secara konvesional. Kalau sekarang lebih mengarah pada digitalisasi,” paparnya.

Portal Rumah Belajar sendiri sudah digunakan di SMAN 8. Namun belum 100 persen karena masih dalam tahap sosialisasi. Meski demikian, Anis mengatakan bahwa para siswa senang menggunakan portal tersebut.

“Kalau siswa senang sekali. Jadi lebih semangat belajar dengan memanfaatkan fitur-fitur yang ada di Rumah Belajar. Karena di kelas-kelas itu sudah kita lengkapi dengan WiFi dan anak-anak kita izinkan untuk membawa gadgetnya untuk pembelajaran itu,” pungkasnya.
(izz/yah)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close