Ekonomi

Berkat Penindakan Bea Cukai Malang, Potensi Kerugian Negara Hingga Rp 4 Miliar Terselamatkan di Tahun 2019

Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai Malang mencatat, sepanjang tahun 2019 potensi kerugian negara yang bisa diselamatkan mencapai kurang lebih Rp 4 miliar.

Capaian tersebut, hasil dari serangkaian penindakan bidang Kepabeanan dan Cukai wilayah Malang Raya berupa sebanyak 267 SBP (Surat Bukti Penindakan).

Rinciannya, sebanyak 181 penindakan barang kiriman POS. Kemudian, 55 BKC (Barang Kena Cukai) Hasil Tembakau (HT), 28 BKC MMEA (minuman mengandung etil alkohol), dan 3 BKC Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL).

Kepala KPPBC Tipe Madya Malang, Lutfi Helmi mengatakan, selama 2019 Bea Cukai Malang telah melakukan penegakan dan penindakan sebanyak kurang lebih 10 juta batang tembakau, 182 botol vape, 5755 botol miras, dan 4.940.000 gram tembaku iris.

“Jadi barang-barang ini hasil penindakan selama 2019. Dari penindakan itu jumlah potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan kurang lebih mencapai Rp 4 miliar,” ujarnya saat Konferensi Pers di Hotel Atria Malang, Kamis (23/1).

Sebelumnya, di akhir tahun 2019 Bea Cukai Malang telah mengamankan sekitar 10 sex toys. Sex toys masuk dalam kategori 113 barang ilegal yang disita dari kiriman pos termasuk kosmetik, obat-obatan, dan suplemen.

Kemudian, penindakan BKC HT Batangan sebanyak 1.564.000, BCK HT 37.622 bungkus, BCK Botol HPTL atau Vape 63 botol, dan BKC MMEA 19 botol.

“Memang ini khusus Malang Raya saja. Tidak terlalu banyak, karena akhir tahun sebagian besar hasil operasi dari KPPBC Malang sudah dimusnahkan,” jelas Kepala Bea Cukai Kanwil DJBC Jawa Timur II Malag, Oentarto Wibowo.

Dari pencapaian hasil penindakan selama di Malang Raya ini, ia mengharapkan peredaran hasil tembakau dapat berkurang. Sehingga masyarakat bisa lebih taat kepada aturan. Karena, semua hasil pendapatan nantinya juga akan dikembalikan kepada pemerintah daerah di masing-masing wilayah.

“Artinya kalau mereka legal dan membayar sesuai aturan, kan kembalinya juga ke daerah. Untuk fasilitas kesehatan, UMKM, termasuk pembinaan bagi tembakaunya yang selama ini impor, nanti bisa dibina secara mandiri agar kualitasnya meningkat,” tandasnya.

Sebagai informasi selama 2019 Bea Cukai Malang juga menemukan 3 kasus penyidikan. Yakni, kasus hasil tembakau di wilayah Kabupaten Malang, kemudian dua lainnya terkait minuman keras di Kota Batu. Dimana, tiga perkara tersebut sudah inkrah.

Sementara, di awal tahun 2020 ini, Bea Cukai Malang bakal melaksanakan pemusnahan BMN (Barang Milik Negara) hasil penindakan, yang terdiri dari BKC HT Batangan 182.000 batang. BKC HT 47.678 bungkus dan BKC MMEA sejumlah 2.026 botol.(acf/krn)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: