Peristiwa

Tahun Berganti, Hasil Muscab Himpaudi Tulungagung Belum Diakui, Ada Apa?

Polemik kepengurusan Himpunan Pendidik dan Lembaga Kependidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Kabupaten Tulungagung makin berlarut. Kepengurusan baru yang awalnya mengaku  mendapat tekanan politik, hingga kini ternyata belum dilantik, bahkan belum ada pengesahan dari Korwil Himpaudi Provinsi Jawa Timur.

“Jadwal dan pelantikan itu menjadi kewenangan wilayah Propinsi, masalah yang ada di internal organisasi harus diselesaikan dahulu sebelum dilantik,” kata Plt Kabid TK dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Tulungagung, Kamis (23/01) siang.

Persoalan yang terjadi menurut Suprayitno masih adanya perselisihan kedua belah pihak yakni pihak petahana Eko Wahyudi dan pihak kompetitornya Sunarmiati yang belum selesai. “Ada masalah pemilihan yang di antaranya sudah disampaikan yaitu adanya surat suara yang ganda, peserta yang diwakilkan juga serta masalah internal mereka,” jelasnya.

Untuk menyelesaikan masalah itu, kedua belah pihak diberi kesempatan untuk duduk bersama agar masalah organisasi tersebut tidak semakin runyam. “Jika masalahnya pada proses pemilihan ketua, biar mereka sendiri yang menyelesaikan. Terakhir datang kesini katanya sudah diselesaikan di internal,” imbuhnya.

Suprayitno meluruskan anggapan jika dinas pernah memanggil kepengurusan Himpaudi untuk melakukan intervensi atau campur tangan. “Saat itu panitia Musyawarah Cabang ingin mengumpulkan pesertanya, kemudian meminta tempat dan kita berikan tempat di aula belakang itu. Tidak benar jika dinas ikut campur, secara resmi dinas juga tidak pernah mengundang,” kata Suprayitno.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Tulungagung, Haryo Dewanto juga secara tegas menolak jika Himpaudi dikaitkan dengan politik. Namun, Pria yang akrab dipanggil Yoyok itu membenarkan pernah mendengar informasi jika antara Eko Wahyudi dan Sunarmiati dalam proses pilkada beberapa waktu lalu sempat berbeda kubu.

“Proses politik sudah selesai, jadi saya tidak sepakat masalah organisasi di kaitkan dengan urusan politik. Itu tidak benar dan dinas jangan ditarik ke urusan politik, itu urusan internal organisasi (Himpaudi),” ujar Yoyok.

Terkait adanya intervensi dari pembina Himpaudi sebelum proses pemilihan ketua juga merupakan hal yang tidak salah, menurutnya saat memberi sambutan pembina yang kenal baik dengan pengurus lama wajar memberikan support atau dukungan pada Eko Wahyudi. “Namun saat masuk pada proses memilih ketua atau pengurus maka sepenuhnya menjadi hak peserta, tidak benar jika itu merupakan intervensi, tidak ada (intervensi),” tegasnya.

Dirinya juga menganggap wajar jika satu pihak setelah proses berjalan merasa kurang puas atau tidak legowo, namun Yoyok meminta agar urusan tersebut diselesaikan internal bukan di seret ke ranah dinas apalagi dikaitkan dengan masalah politik. “Sekali lagi biar diselesaikan internal, Dinas tidak mau masalah ini dikaitkan dengan masalah lain,” imbuh Yoyok.

Karena menjadi kewenangan Jawa Timur untuk melantik kepengurusan, sebagai kepala dinas yang ada di Kabupaten, dirinya tidak tau siapa yang di akui dan dilantik sebagai ketua Himpaudi.

Sebelumnya, Musyawarah Cabang (Muscab) Himpaudi telah berlangsung dengan demokratis pada tanggal 14 Desember 2019 lalu di Gedung PKK Tulungagung. Dalam Muscab itu, ketua lama yakni Eko Wahjudi harus menelan kekalahan tipis setelah bertarung ketat melawan Sunarmiati.

Kepengurusan lama yang dinahkodai Eko Wahyudi kalah dengan hanya mendapatkan 9 suara dari 20 suara. Sedangkan Sunarmiati unggul tipis dengan 11 suara.

Hingga berita ini diturunkan, Kami belum mendapatkan meminta konfirmasi Eko Wahyudi dan Sunarmiati terkait masalah tersebut.
(abs/yah)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: