Pemerintahan

Perumda Tirta Kanjuruhan Dapat Target Pendapatan Rp 106,5 Miliar

Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang di tahun 2020 ditarget mampu menghasilkan pendapatan sebesar Rp 106,5 miliar. Target itu didasarkan dengan capaian di tahun-tahun lalu yang secara grafik tercapai, bahkan terlampaui.

Seperti diketahui, pendapatan Perumda Tirta Kanjuruhan di tahun 2018 lalu mencapai Rp 93 miliar. Angka tersebut berhasil meningkat di tahun 2019 dengan raihan sekitar Rp 101 miliar, melebihi dari target Rp 98 miliar yang ditetapkan.

Direktur Perumda Tirta Kanjuruhan Syamsul Hadi mengungkapkan bahwa pihaknya telah merancang strategi-strategi untuk meningkatkan pendapatan dalam upaya memenuhi target. “Kita optimis bisa mencapainya. Dengan jejak pendapatan kita setiap tahun bisa melampaui target,” ucap Syamsul Hadi, Kamis (23/1/2020).

Syamsul menyebut, permasalahan kehilangan air menjadi perhatian Perumda Tirta Kanjuruhan. Kondisi yang menurutnya memang tidak bisa dihindari dengan luas wilayah dan topografi Kabupaten Malang.

“Tak bisa dihindari dan kami pun terus berupaya untuk meminimalkan sampai batas standar nasional di tahun ini. Faktornya lebih pada teknis terkait hal itu,” ucapnya.

Faktor teknis yang dimaksud adalah mengenai kondisi jaringan air yang masih banyak merupakan peninggalan jaman Belanda seperti di wilayah Pakis dan Kepanjen, beberapa tahun lalu. Hal ini tak bisa diselesaikan dalam kurun waktu satu tahun, tapi secara bertahap.

“Proses rehabilitasi dan penggantian butuh waktu dan dilakukan secara bertahap. Kami komitmen untuk terus menurunkan kehilangan air karena ini juga jadi faktor yang bisa mengurangi target pendapatan,” tandas Syamsul.

Hal senada disampaikan Direktur Umum Perumda Kanjuruhan Tutik Widjawati. Menurut Tutik, di internal perusahaan plat merah itu telah menetapkan angka di atas target.

“Kita punya target internal selain target yang telah ditetapkan. Kalau target internal kami sebesar Rp 109,7 miliar di tahun ini,” ujarnya.

Strategi-strategi yang akan dilakukan untuk mencapai target, telah disampaikan Perumda Tirta Kanjuruhan kepada publik. Misalnya, kebijakan kenaikan tarif jasa administrasi air bersih PDAM. Selain itu, ditambah peningkatan jumlah pelanggan dari 125.689 sambungan rumah (SR) pada 2019 menjadi 131.689 SR pada 2020 atau naik 6 ribu pelanggan.

Pihaknya juga menyiapkan layanan elektronik untuk pelanggan dalam pembayaran air bersih. Yakni berupa aplikasi Sistem Informasi Perumda Tirta Kanjuruhan (Sipika) yang diklaim mampu menutup berbagai dugaan kebocoran pembayaran pelanggan.

“Dengan berbagai upaya itulah kita optimis target bisa tercapai di tahun 2020 ini,” ujar Tutik. Menurutnya, hal penting lain adalah upaya dalam meminimalkan kehilangan air karena persoalan teknis di lapangan yang terjadi setiap tahunnya.

Kehilangan air Perumda Tirta Kanjuruhan memang menjadi salah satu fokus utama dalam merealisasikan target pendapatan. Dari data yang ada, kehilangan air masih di atas standar yang ditetapkan nasional yaitu 20 persen.

Meskipun, dalam beberapa tahun terakhir ada penurunan angka kebocoran. Pada 2015, kehilangan air mencapai  27,92 persen turun menjadi 25,26 persen di tahun 2016. Di tahun 2017 angka kehilangan air mencapai 24,26 persen. Tren penurunan kehilangan air ini pun berlanjut di tahun 2018 yang hanya di angka 21,33 persen dan kembali turun 2019 menjadi 20,8 persen.

Sedang untuk 2020, dengan target pendapatan yang naik, ucap Tutik, kehilangan air diupayakan bisa turun lagi. “Target kita kehilangan air di tahun ini bisa mencapai 20,3 persen,” ujarnya.

(Dn/Lnr)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close