Pendidikan

DAK 2019 Rampung, Begini Harapan Dinas Pendidikan Tulungagung

Dana alokasi khusus (DAK) yang digelontorkan untuk sekolah dasar (SD) tahun 2019 di 243 sekolah dasar di Tulungagung telah selesai dilaksanakan. DAK yang digunakan untuk rehab gedung itu dikucurkan ke 146 lembaga, gamelan 19 lembaga, buku perpustakaan 43 lembaga dan bantuan alat olahraga 41 lembaga.

“Kita anggap telah selesai meski ada satu penerima yang tinggal beberapa hari ini selesai,” ujar Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas pendidikan pemuda dan olah raga (Disdikpora) Kabupaten Tulungagung melalui Kabid Pembinaan SD Bina Andari, Jumat (24/01) siang.

Dari nilai total DAK yang dikucurkan, pembangunan atau rehab gedung sebesar total Rp 31.147, 571.000 , Pengadaan buku perpustakaan senilai total Rp 2.150.000.000, Alat Olah Raga sebesar Rp 984.000.000 dan Gamelan sebesar  Rp 1.615. 000.000 atau jika ditotal jumlah keseluruhan DAK sebesar  Rp 35.906. 471.000.

“Dari hasil pengawasan yang dilaksanakan internal dan masukan dari berbagai pihak, pelaksanaan kali ini bagus dan ada sedikit catatan yang kemudian sudah dilakukan perbaikan-perbaikan oleh pelaksana pembangunan di masing-masing penerima,” katanya.

Lanjut Bina, pihaknya terbuka kepada pihak-pihak yang mungkin membutuhkan informasi terkait pelaksanaan kegiatan pembangunan yang berasal dari DAK tahun 2019.

Bahkan menurut Bina, pelaksanaan pembangunan untuk lembaga SD ini sudah dilaksanakan sesuai petunjuk tekhnis yang dikeluarkan oleh Kementerian pendidikan dan kebudayaan.

“Acuan (pelaksanaan) selama proses DAK berlangsung harus sesuai dengan petunjuk tehnis tersebut,” paparnya.

DAK SD di tahun 2019 nilainya melambung tinggi lantaran banyak lembaga sekolah yang mengajukan. Menurut Bina, pelibatan masyarakat dalam melaksanakan pembangunan dan termasuk pengawasan DAK telah dilakukan semua pihak.

“Jika ada yang dianggap meragukan dari sisi pengerjaan, kami terbuka menerima saran dan masukan. Dari sekian banyak masukan telah kita tindaklanjuti dan beberapa diantaranya telah diperbaiki,” ungkapnya.

Lanjut Bina, ada satu sekolah yang mundur pencairan dananya dan meminta tambahan waktu dari jadwal yang ditentukan, pihaknya telah memberi toleransi dan masalah tersebut akhirnya dapat selesai.

“Program DAK ini kan fleksibel, pengawasan dari berbagai pihak termasuk inspektorat juga sudah dilaksanakan dan Alhamdulillah untuk Tulungagung belum ada temuan penyelewengan atau masalah lain,” terangnya.

Disdikpora Kabupaten Tulungagung meminta agar fasilitas yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh sekolah sehingga dapat menunjang aktifitas belajar mengajar untuk meningkatkan prestasi anak didik.(ab/ery)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close