Peristiwa

Kabupaten Malang Makin Intensif Perangi Rokok Ilegal dengan Siroleg

Kabupaten Malang sejak akhir tahun 2019 lalu ditetapkan sebagai pilot project penggunaan aplikasi Siroleg. Yakni sebuah aplikasi berbasis IT yang dibesut Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Jawa Timur (Jatim) II untuk mempermudah  masyarakat dalam mencegah dan memberantas peredaran rokok ilegal.

Melalui aplikasi itu, pemberantasan rokok ilegal tak hanya menjadi wilayah yang hitam-putih bagi aparat saja. Tapi juga melibatkan unsur masyarakat. Sehingga harapan besarnya persoalan peredaran rokok ilegal yang setiap tahun terjadi bisa ditekan dan dihilangkan.

Tak hanya berfungsi untuk pengawasan dan pelaporan masyarakat yang mengetahui adanya peredaran rokok ilegal. Siroleg yang mulai diterapkan  di Kabupaten Malang ini berfungsi juga sebagai alat untuk mengetahui target dan manfaat dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH CHT).

Berbagai kemudahan aplikasi ini pula yang membuat Pemkab Malang semakin optimistis tahun 2020 peredaran rokok ilegal di wilayahnya akan semakin menurun. Sehingga ekses langsungnya bisa membuat perolehan DBH CHT Kabupaten Malang semakin meningkat.

“Harapan kami tentunya ke sana. Sebagai daerah pilot project Siroleg, kami akan semakin mampu menekan peredaran rokok ilegal dan ekses langsungnya DBH CHT akan semakin meningkat,” ucap Bupati Malang Sanusi, Jumat (24/1/2020).

Seperti diketahui,  DBH CHT tahun 2019  Kabupaten Malang  mengalami penurunan dibandingkan 2018. Tahun 2019 hanya mencapai Rp 65,07 miliar dan tahun sebelumnya yakni Rp 73,46 miliar.

Penurunan DBH CHT tersebut dikarenakan maraknya rokok ilegal, baik yang tak bercukai atau rokok polosan. Maupun dikarenakan pemakaian cukai palsu, bekas, dan yang bukan haknya.

Kondisi itu tentunya sangat berpengaruh kepada berbagai program untuk masyarakat yang bersumber dari DBH CHT. Misalnya, program jaminan kesehatan nasional, baik melalui kegiatan pelayanan kesehatan promotif, preventif maupun kuratif atau rehabilitatif. Juga penyediaan, peningkatan, pemeliharaan sarana prasarana fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan yang akan terganggu dengan kondisi turunnya DBH CHT tahun 2019 ini.

Tak tanggung, sepanjang tahun 2019 Bea Cukai Malang telah mengurangi potensi kerugian negara mencapai kurang lebih Rp 4 miliar. Capaian tersebut hasil dari serangkaian penindakan bidang kepabeanan dan cukai wilayah Malang Raya berupa sebanyak 267 SBP (surat bukti penindakan). Rinciannya, sebanyak 181 penindakan barang kiriman Pos. Kemudian, 55 BKC (barang kena cukai) hasil tembakau (HT), 28 BKC MMEA (minuman mengandung etil alkohol), dan 3 BKC hasil pengolahan tembakau lainnya (HPTL).

Sebanyak 10 juta batang tembakau,  182 botol vape, 5755 botol miras, dan 4.940.000 gram tembaku iris pun ditindak sepanjang 2019 lalu. Kondisi inilah yang membuat DBH CHT Kabupaten Malang turun.

“Maka, adanya aplikasi Siroleg ini akan semakin mengintensifkan jalur komunikasi, koordinasi lintas sektoral terhadap pencegahan dan pemberantasan peredaran rokok ilegal di Kabupaten Malang. Masyarakat pun didorong untuk ikut serta di dalamnya melalui aplikasi itu,” ujar Sanusi.

Terpisah, Kakanwil Bea Cukai Jatim II Oentoro Wibowo menyampaikan, aplikasi itu bisa diunduh di Android untuk kemudahan masyarakat dalam memberikan informasi terhadap pelanggaran peredaran rokok ilegal. “Keuntungan bagi pemda yang menggunakan aplikasi Siroleg ini sebagai wujud konkret  penggunaan DBH CHT terhadap pemberantasan rokok ilegal, mengetahui target dan strategi manfaatnya serta mempermudah pemantauan terhadap peredaran rokok di daerah tersebut,” ujar Oentoro. (dn/hel)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close