Kesehatan

Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Pemerintah Blokir Pendatang dari Luar

Kabar soal Virus Corona yang menjangkit ratusan orang di China membuat masyarakat Indonesia resah. Keresahan-keresahan itu juga diluapkan masyarakat di media sosial Twitter. Berikut beberapa di antaranya.

“Lindungi Indonesia kami ya Tuhan.. Semoga negeri kami selalu aman dan masyarakatnya hidup sehat tidak kurang suatu apapun. Mengirimkan doa tulus untuk beberapa negara yang sudah terjangkit virus corona, semoga lekas pulih seperti sedia kala,” ujar @Galuuuuh_.

“Gue punya feeling gak lama lagi wabah Corona Virus bakal tiba di sini karena sudah 5 negara yang kena. Kalo nonton bagaimana chaos dan mencekamnya kota Wuhan di China yg diisolir sama pemerintah mereka jadi merinding. Berdoa aja semoga segera ditemukan obat/vaksinnya,” ungkap @kurawa, Penulis buku A Man Called Ahok.

Banyak juga yang meminta pemerintah melarang pendatang dari luar negeri masuk ke Indonesia.

“Pemerintah mohon tutup sementara penerbangan atau akses lain dari China ke Indonesia atau sebaliknya guna melindungi warga negara Indonesia dari Virus Corona dan memotong penyebaran Virus Corona. Gerak cepat!,” kata @AlifFau98920765.

“Semoga saja Virus Corona tidak sampai ke Indonesia. Cegah TKA asal China!” ujar @do_ra_dong.

Untuk mengantisipasi virus ini, pemerintah meningkatkan kewaspadaan di pintu masuk darat, laut, dan udara.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan bahwa pemerintah memperketat pintu masuk negara dengan menyiagakan alat deteksi berupa thermo scanner. Alat deteksi ini berguna mencegah Novel Coronavirus (2019-nCoV) masuk ke Indonesia.

Melalui alat tersebut, nantinya para penumpang bisa dideteksi sejak dini apakah ada potensi gejala terjangkit virus tertentu.

”Sudah saya cegat (hadang) di bandara. Itu concern saya yang dari luar, terutama yang dari Tiongkok maupun wabah dari negara mana, kita selalu detect lewat thermal scan, kalau pun tidak ada demamnya itu bisa terlihat apakah ada tanda-tanda flu, semua alat yang ada di bandara, pelabuhan dan jalan darat sudah siap 24 jam,” kata beber Terawan dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan RI.

Peningkatan kewaspadaan ini dilakukan seiring dengan kejadian penularan di Kota Wuhan, Tiongkok.

Hingga kini, sebanyak 135 thermo scanner telah diaktifkan di 135 pintu masuk negara baik darat, laut maupun udara, memberikan health alert card, memberikan KIE kepada penumpang, menyiapkan 100 RS rujukan infeksi emerging, berkolaborasi lintas sektor serta memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai dampak kesehatan akibat virus tersebut.

”Antisipasi kita lakukan terus menerus, mulai dari pintu bandara, mulai edukasi kepada masyarakat. Saya kan sudah utarakan di media massa berlakulah hidup sehat, kalau batuk ya ditutup, kalau sedang flu ya pakai masker, jangan sampai menulari temannya,” timpalnya.

Lebih lanjut, kendati ada tanda-tanda yang menyerupai gejala tertular Novel Coronavirus, Terawan mengingatkan agar proses diagnosis tidak dilakukan sembarangan. Penyebabnya harus diketahui secara detail terutama riwayat perjalanan yang dilakukan serta riwayat interaksinya.

”Diwaspadai nomor satu adalah riwayat perjalanannya, itu sangat penting, atau kontak dengan siapa, itulah yang harus kita tahu,” tegasnya.

Menurutnya, dengan melakukan pengecekan secara detail dan lengkap, merupakan langkah penting supaya tidak terjadi kesalahan diagnosis, yang justru menimbulkan kesimpangsiuran berita dan kekhawatiran masyarakat. Hal ini mengingat dampak yang ditimbulkan dari pemberitaan ini sangatlah luas dan besar, bukan hanya kesehatan namun juga perekonomian negara.

Perlu diketahui, karakteristik nCoV mirip virus yang memicu Sindrom Pernapasan Akut Berat atau SARS.

Terkait hal itu Kemenkes sudah mengaktifkan kembali 100 RS rujukan Flu Burung yang sudah ada SK Menkes nomor 414 tahun 2007, melalui surat dari Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan, pada 7 januari 2020 untuk mengupdate kemampuan, logistik, Standar Operasional Prosedur yang ada untuk mengantisipasi hal-hal yang berkaitan dengan kasus nCoV.(iiz/ery)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: