Peristiwa

Sekdes Masih Aktif Ini Meradang, Diganti Tanpa Surat Pemberhentian

Seorang sekretaris desa aktif dan memiliki Surat Keputusan (SK) dari BKD meradang setelah tiba-tiba di tempat dirinya bekerja yaitu desa Bendilwungu tiba-tiba membuka pengumuman pendaftaran calon perangkat desa. Sekdes yang bernama Suharti (55) dengan status ASN itu mengaku kaget saat dirinya ke kantor desa tiba-tiba mendengar ada pendaftaran empat lowongan perangkat desa termasuk unsur sekretaris desa yang akan dibuka pada tanggal 27 Januari hingga 11 Februari 2020 mendatang.

“Katanya sebelum Pilkades lalu, saya diminta pindah oleh BPD. Bahkan BPD infonya datang ke Bupati Minta saya dipindah, tapi hingga saat ini saya tidak dipindah,” kata Suharti, Sabtu (25/01) siang.

Suharti kemudian mengisahkan, beberapa bulan lalu atau tepatnya pada tahun 2019, dirinya diminta oleh kepala desa Bendilwungu yaitu Sholeh agar maju dalam pilkades di desa Podorejo tempat domisilinya. Namun setelah dirinya maju dalam pilkades Suharti dibiarkan begitu saja sehingga kalah. “Intinya saya belum dipindah atau diberhentikan, tapi kok sudah ada pengumuman pendaftaran sekretaris desa,” kata Suharti.

Karena tidak memahami maksud dan tujuan adanya pendaftaran, Suharti kemudian meminta kejelasan ke Soleh selaku kepala desa Bendilwungu. “Saya dijawab, katanya sebelum SK pemberhentian saya disuruh bekerja saja sambil menunggu SK, saya kan malu, muka saya seperti disiram kotoran,” ujar Suharti.

Dirinya tidak memahami kenapa BPD sampai meminta dirinya dipindah, padahal sesuai masa kerja sebagai PNS masih ada tiga tahun memasuki masa pensiun. Bahkan BPD tidak menjelaskan apa kesalahannya selama ditugaskan menjadi sekretaris desa Bendilwungu.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Bendilwungu Khoirul Anwar mengatakan belum bisa memberikan jawaban terkait masalah pembentukan, penjaringan dan penyaringan perangkat desa yang telah diumumkan oleh panitia. Dirinya akan merapatkan hal tersebut dengan para anggota BPD yang lain sebelum memberikan pernyataan ke awak media. “Nanti bisa ketemu bincang-bincang (terkait hal itu) supaya bisa lebih jelas kebenarannya. Kalau sepihak saya rasa tidak pas,” kata Khoirul.

Sementara itu, Kepala Desa Bendilwungu M. Soleh saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa dirinya hanya meneruskan permintaan dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk melakukan pengisian perangkat desa termasuk unsur sekretaris desa ini. “BPD buat surat minta persetujuan kepada kepala Desa dan diteruskan ke kecamatan,” Kata Soleh melalui pesan WhatsApp.

Lalu apa dasar pembentukan perangkat desa unsur Sekdes, sementara pejabat Sekretaris desa masih diisi dan belum diberhentikan atau dimutasi ke jabatan lain dari Badan Kepegawaian Daerah. Apakah ada peraturan daerah (Perda) atau Peraturan Bupati yang menyebutkan dasar pembentukan perangkat desa dari unsur sekdes itu, Soleh mengatakan akan menanyakan ke BPD. “Aku sebatas menyetujui usulan BPD cobak tak tanyakan dulu,” tambahnya.

Sementara itu, ketua panitia pembentukan perangkat desa Bendilwungu, Mashuri beberapa kali dikonfirmasi belum memberikan respons mengapa sudah ada pengumuman lowongan perangkat desa unsur Sekdes, sementara sekretaris desa masih bekerja aktif dan belum diberhentikan.

Pendaftaran perangkat yang terdiri dari sekretariat desa, kabag pemerintahan, kabag kesejahteraan dan Kepala Dusun sendiri sudah diumumkan baik melalui banner yang terpasang, siaran keliling dan juga disampaikan di jamaah-jamaah.

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close
%d bloggers like this: