Hiburan, Seni dan Budaya

Ditambah Bidang Kebudayaan, Berikut Program Khusus Dinas Pendidikan Kota Malang Tahun Ini

Dinas Pendidikan Kota Malang kini telah bermetamorfosis menjadi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud).

Hal ini sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah.

Disdikbud pun menampung program-program dari komunitas-komunitas seni dan budaya Kota Malang. Nantinya, program-program yang tertampung akan diseleksi.

Kabid Kebudayaan Disdikbud Kota Malang Andayun Sri A menyebut, ada 4 indikator kegiatan yang berpotensi mendapat kucuran anggaran.

4 indikator kebudayaan tersebut berdasarkan pada Permendagri Nomor 86 Tahun 2017.

Pertama yaitu penyelenggaraan festival seni dan budaya.

“Di Kota Malang harus memang mengadakan festival seni dan budaya. Ini terukur. Jadi kalau memang tidak ada festival seni dan budaya bagaimana kita bisa mengukur perkembangan seni dan budaya di Kota Malang,” paparnya kepada Kami.

Indikator yang kedua yakni melestarikan situs cagar budaya.

“Kami juga punya SK cagar budaya yang memang harus dijaga dilestarikan,” katanya.

Andayun mencontohkan, bangunan heritage Toko Avia adalah salah satunya.

Kasus adanya papan iklan di bangunan tersebut termasuk menjadi sorotan karena dalam SK tersebut juga menyatakan bahwa Toko Avia termasuk dalam cagar budaya.

“Ini tentunya kaitannya cagar budaya itu beda dengan izin reklamenya, dengan pajak. Ini harus ada satu kesatuan. Bagaimana cara agar budaya tersebut bisa dilestarikan,” timpalnya.

Selanjutnya yaitu jumlah karya budaya yang direvitalisasi dan diinventarisasi.

“Kita sudah punya by name by address-nya untuk lokus cagar budaya. Hampir kurang lebih 321 lokus,” imbuhnya.

Terakhir, cagar budaya dikelola secara terpadu. Dikatakan Andayun, pengelolaan ini tidak hanya dari Disdikbud dan OPD di lingkungan Pemkot Malang saja.

“Tetapi juga bisa Malang Raya. Seperti halnya museum kita itu sudah punya asosiasi Museum Indonesia yang terdiri dari beberapa museum baik di Kabupaten Malang, di Kota Malang, maupun Batu,” ucapnya.

Dengan empat indikator tersebut, Andayun berharap semua seniman dan budayawan di Kota Malang kompak.

“Dulu Malang itu di atas Banyuwangi untuk masalah budaya. Di sini mungkin teman-teman harus ada persatuan dari para seniman dan budayawan untuk melakukan kinerja menuju ke seni dan budaya Kota Malang yang sesungguhnya,” pungkasnya. (iiz/ery)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close