Peristiwa

7 Korban Dipastikan Selamat, Warga Fokus Bersih-Bersih Bekas Banjir Bandang Dau

Petugas gabungan dibantu warga terpantau masih melakukan pembersihan di lokasi kebanjiran, Sabtu (25/1/2020).

Selain memaksimalkan peran SDM (Sumber Daya Manusia), beberapa alat berat dan mobil tangki serta pompa penyedot air juga dikerahkan ke lokasi banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang tersebut.

”Hari ini (Sabtu 25/1/2020) kami mengerahkan satu peleton anggota Sabhara Polres Malang, dan 10 personel dari Polsek Dau untuk melakukan pengerukan dan pembersihan material di lokasi terdampak kebanjiran,” kata Kasubag Humas Polres Malang, Ipda Nining Kusumawati, Sabtu (25/1/2020).

Seperti yang sudah diberitakan, Jumat (24/1/2020) sore, musibah banjir bandang terjadi di wilayah Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

Luapan aliran air hujan dari hulu lereng gunung kawi menyebabkan proses sedimentasi setinggi 1,5 meter.

Dampaknya, Sungai Loh yang ada di Desa Petungsewu meluap.

Berdasarkan data terakhir, sedikitnya ada 6 kendaraan sepeda motor yang diterjang banjir bandang.

Selain itu, luapan air sungai yang bercampur lumpur dan material bebatuan serta pepohonan ini juga sempat menyeret 7 orang korban.

Mereka adalah Fendi (17) warga Kecamatan Pakisaji, Tikno warga Kecamatan Dau dan Triarso Wijatmiko warga Kecamatan Kromengan.

Sedangkan 4 korban lainnya merupakan warga Kecamatan Wagir, mereka adalah Solikin, Yono, Riadi dan Alif (24).

”Korban terpeleset saat melintas di jembatan penghubung antara Desa Petungsewu menuju Desa Tegalwaru. Para korban ada yang sempat terseret banjir 7 hingga 10 meter. Namun tidak ada korban jiwa, hanya lecet-lecet dan luka ringan saja,” terang Leonardo selaku Kasi Kedaruratan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Malang.

Dua dari 7 orang terseret banjir tersebut, lanjut Leonardo, sempat menjalani perawatan di Puskesmas Dau. Mereka adalah Fendi dan Alif.

Keduanya menjalani perawatan di puskesmas lantaran mengalami luka dibagian kakinya setelah terbawa luapan banjir bandang.

”Sudah pulang (dari puskesmas), keduanya hanya mengalami luka ringan,” sambung Leonardo kepada Kami

Selain menyeret beberapa sepeda motor dan 7 orang korban, banjir bandang juga menerjang beberapa rumah warga sekitar lokasi kejadian.

Bahkan, beberapa ladang persawangan milik warga juga tertutup material banjir.

Kondisi serupa juga terjadi di jembatan penghubung yang ada di Sungai Loh. Mulai dari material lumpur hingga pepohonan, sempat menutup jembatan penghubung antara Desa Petungsewu menuju Desa Tegalwaru tersebut.

Bahkan, material lumpur setinggi 10 sentimeter juga sempat mengenangi Rest Area dan warung yang ada di objek wisata Petungsewu.

”Kalau ditotal, hingga kemarin (Jumat 24/1/2020) hingga hari ini (Sabtu 25/1/2020) ada sekitar 500 personel yang dikerahkan di lokasi banjir. Warga yang tinggal di tiga desa sekitar lokasi kejadian juga dilibatkan dalam proses pembersihan sisa material banjir,” ungkap Leonardo.

Ratusan petugas gabungan yang dikerahkan tersebut, berasal dari dari PMI Kabupaten Malang dan Kota Batu, BPBD Kabupaten Malang dan Kota Malang, Muspika Kecamatan Dau, Tim SAR, PSC Kota Malang, unsur Polri dan TNI, para relawan serta dibantu beberapa warga yang terdampak kebanjiran.

Dari pantauan Kami, Sabtu (25/1/2020) ratusan petugas gabungan nampak bahu membahu membersihkan sisa material banjir.

Menjelang sore, akses jalan dan jembatan serta ladang persawahan hingga area wisata Petungsewu, sudah nampak bersih dari sisa material banjir.

”Satu unit mobil tangki air milik Kabupaten Malang, satu mobil pemadam kebakaran, satu unit pengeruk (alat berat), dan 3 mesin pompa penyedot air dikerahkan untuk membantu proses pembersihan. Situasi saat ini sudah kembali kondusif,” tutup Leonardo. (al/ery)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close