Hukum dan Kriminalitas

Sekretaris Belum Dicopot, BPD Desak Panitia Pendaftaran Calon Sekdes Bendilwungu Dibatalkan

Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Bendilwungu Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung melaksanakan rapat koordinasi terkait pembentukan perangkat desa yang mencantumkan seleksi untuk jabatan sekretaris desa Sabtu (25/01) malam.

Menurut Ketua BPD, Khoirul Anwar dalam rapat itu pihak BPD mengklarifikasi ke panitia tentang alasan pengisian sekretaris desa yang hingga pengumuman disampaikan statusnya masih aktif.

“Kita rapat dan mengundang panitia, bagaimana sekretaris desa yang masih belum mempunyai SK pemberhentian sudah mau dilakukan pengisian,” kata Khoirul, Minggu (26/01) siang.

Sebagai ketua, dirinya sudah pernah mengingatkan pada panitia pemilihan jika sekretaris desa selama belum memiliki SK pemberhentian tidak usah diisi dalam pembentukan perangkat kali ini.

“Sebelum banner pengumuman dipasang saya sudah mengatakan jangan mencantumkan sekretaris desa, tapi entah mengapa tetap saja dicantumkan. Ini kesalahan panitia,” jelasnya.

Dalam rapat itu, BPD tegas meminta agar jika sampai Senin (27/01) besok surat keputusan pemberhentian atau mutasi belum diterima agar panitia meniadakan atau membatalkan pendaftaran pencalonan perangkat dari unsur sekretaris desa.

“Kesepakatannya, jika sampai dibukanya pendaftaran SK pemberhentian yang dimaksud belum bisa ditunjukkan, maka BPD meminta agar pendaftaran calon sekretaris desa ditiadakan atau dibatalkan,” tegasnya.

Lanjut Khoirul, rapat yang dihadiri seluruh anggota BPD itu setelah keputusan langsung memanggil Kepala Desa Bendilwungu Muhammad Sholeh untuk melaporkan hasil rapat bersama panitia.

“Kita langsung panggil kepala desa, kita sampaikan hasil rapat dan sepakat jika sampai pendaftaran dibuka SK belum diterima maka pendaftaran Sekdes ditiadakan,” terangnya.

Masalah itu sebelumnya mengangkat karena Suharti, sekretaris desa yang masih aktif tiba-tiba mendapat kabar kurang menyenangkan karena ada pendaftaran sekretaris desa di tempatnya bekerja yaitu Desa Bendilwungu.

Sekdes dengan status aparatur sipil negara atau  ASN itu mengaku kaget saat dirinya ke kantor desa tiba-tiba mendengar ada pendaftaran empat lowongan perangkat desa termasuk unsur sekretaris desa yang akan dibuka pada tanggal 27 Januari hingga 11 Februari 2020 mendatang.

“Katanya sebelum Pilkades lalu, saya diminta pindah oleh BPD. Bahkan BPD infonya datang ke bupati minta saya dipindah, tapi hingga saat ini saya tidak dipindah,” kata Suharti, Sabtu (25/01) siang.

Suharti kemudian mengisahkan, beberapa bulan lalu atau tepatnya pada tahun 2019, dirinya diminta oleh Kepala Desa Bendilwungu yaitu Sholeh agar maju dalam pilkades di Desa Podorejo tempat domisilinya, namun setelah dirinya maju dalam pilkades Suharti dibiarkan begitu saja sehingga kalah.

“Intinya saya belum dipindah atau diberhentikan, tapi kok sudah ada pengumuman pendaftaran sekretaris desa,” kata Suharti.

Karena tidak memahami maksud dan tujuan adanya pendaftaran, Suharti kemudian meminta kejelasan ke Sholeh selaku Kepala Desa Bendilwungu.

“Saya dijawab, katanya sebelum SK pemberhentian saya disuruh bekerja saja sambil menunggu SK, saya kan malu, muka saya seperti disiram kotoran,” ujar Suharti.

Dirinya tidak memahami kenapa BPD sampai meminta dirinya dipindah, padahal sesuai masa kerja sebagai PNS masih ada tiga tahun memasuki masa pensiun. Bahkan BPD tidak menjelaskan apa kesalahannya selama ditugaskan menjadi Sekretaris Desa Bendilwungu.(ab/krn)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close