Pemerintahan

Dianggap Kurang, Diskoperindag Segera Tambah Fasilitas Pasar Baru Comboran

Lapak di Pasar Baru Timur Comboran Malang sudah diisi barang-barang milik pedagang. Di sisi lain, area relokasi yang ditinggalkan pedagang sejak beberapa hari lalu tampak lengang dan lebih luas.

Rupanya, lalu lalang pedagang dan pembeli yang sebelumnya membuat akses jalan sempit kini sudah beralih ke area dalam Pasar Comboran yang baru.

Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Malang Wahyu Setianto mengungkapkan, bedak milik pedagang relokasi Pasar Comboran memang sudah bersih sebelum deadline 23 Januari 2020 lalu. Hanya, peresmiannya belum bisa dilakukan dalam waktu dekat ini. “Sejak  19 Januari kemarin, sudah bersih semua. Untuk peresmiannya, kami masih menunggu petunjuk,” ungkap dia.

Wahyu menjelaskan, meski para pedagang sudah menempati lapak yang baru, masih ada beberapa fasilitas umum yang bakal ditambah. Antara lain toilet umum yang memang dianggap butuh lebih banyak. Begitu juga sarana prasarana lain yang dibutuhkan para pedagang.

“Nanti itu kan ada sekitar 500 pedagang, sementara jumlah toilet masih kurang. Jadi, akan ada penambahan. Kemudian, kami juga masih akan melakukan inventarisasi apa saja yang kiranya menjadi kebutuhan bagi para pedagang di sana,” imbuh Wahyu.

Tak hanya itu. Fasilitas lain yang bakal ditambahkan perihal pemasangan pagar di halaman pasar. Pagar  itu untuk batas dan dijadikan sebagai pagar pengamanan. Kemudian, Diskoperindag akan memberikan atap penutup tambahan untuk pencegahan adanya kebocoran di musim penghujan.

“Karena kondisi di sana itu masih terbuka yang sebelah kiri. Sempat juga dikeluhkan pedagang. Khawatir bocor dan sebagainya ya,” ucapnya.

Sedangkan untuk lantai dua, Diskoperindag juga akan melakukan penambahan dengan memasang ram besi. Nantinya, area tersebut akan memuat setidaknya 260 pedagang. Meski belum dipastikan kapan lantai dua bisa ditempati pedagang, Wahyu mengatakan tahun ini semuanya dapat terealisasikan.

“Lantai dua itu nanti modelnya ram besi seperti yang di belakang. Rencananya akan ditempati pedagang juga, yang menjual pakaian second (bekas) di Jl Sartono. Saat ini masih proses perencanaan. Semoga tahun ini semuanya terealisasi,” ujarnya. (acf/hel)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: