Peristiwa

Tagar #TolakSementaraTurisChina Semakin Lantang Disuarakan Warganet

Dunia sedang diintai virus Corona. Kecepatan penyebaran virus itu telah membuat sebanyak 56 orang di China meninggal dunia.

Angka-angka yang dilaporkan sampai Minggu (26/1/2020) pagi ini menandai adanya peningkatan 15 kematian dan 688 kasus dengan total 1.975 infeksi virus.

Tak hanya di China, sejumlah kasus terjangkitnya Virus Corona ditemukan di Thailand, Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, Vietnam, Singapura, Malaysia, Nepal, Prancis, Arab Saudi dan Australia.

Penyebaran virus di Wuhan, China, memang belum masuk skala pandemi, seperti disampaikan para peneliti.

Tapi dengan berbagai kasus itu, membuat warga dunia pun dibuat cemas dan perlu meningkatkan kewaspadaan.

Bila virus Corona masuk skala pandemi, menurut ilmuwan di John Hopkins Center for Health Security mencapai skala pandemi, hasilnya 65 juta orang bisa mati dalam waktu 18 bulan.

Travel Warning ke China pun mulai diberlakukan oleh berbagai negara.

Tak terkecuali upaya waspada berbagai negara dengan menolak kunjungan wisatawan dari China.

Tapi, berbeda dengan di Indonesia. Dimana, di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) ratusan turis China disambut dengan meriah.

Sontak saja warganet pun dibuat geleng kepala.
Akun @xxibhanna menuliskan, “Negara yang lebih canggih aja kewaspadaannya luar biasa, sebenernya nggak enak hati ini nyebut Indonesia negara ‘kurang’ canggih. Tapi virus ini berbahaya juga bagi kita, jangan disambut, naikkan antisipasi, banyak berdoa dan #TolakSementaraTurisChina,” cuitnya, Minggu (26/1/2020).

Akun @TanDjiedin juga menyampaikan rasa herannya atas apa yang dilakukan Pemprov Sumbar.

“Ditengah pesatnya penyebaran #VirusCorona,#CoronaOutbreak Pemprov sumbar dgn bangga menyambut ratusan turis dr china dgn tari persembahan dan sekapur sirih dr gubernurnya. Plus ramah tamah, makan, fhoto bersama. Dan semua bahagia. Amazing Sumbar! #TolakSementaraTurisChina,” cuitnya panjang.

Ramainya keheranan dan kegeraman warganet itu dipicu dengan sambutan para turis China oleh Pemprov Sumbar saat akan masuk ke Kota Pariaman, 24 Januari 2020 lalu.

Di saat diberbagai negara lainnya dilakukan screening ketat atas masuknya para turis dari China yang sebenarnya sejak tahun 2000 telah terkena virus Corona dan membunuh 770 orang.

Maka tagar #TolakSementaraTurisChina pun menjadi alat warganet untuk menyalakan alarm lebih keras kepada setiap pengambil kebijakan di Indonesia.

Bertengger di trending topik dengan perbincangan mencapai 35,9 ribu tagar itu, menurut @JackVardan, “Bukan rasis bukan benci etnis. Justeru ini kepedulian buat etnis apapun yang ada di Indonesia, dan khususnya Warga Negara Indonesia,” cuitnya.

Tak hanya warganet, anggota DPR Syarief Hasan dari Fraksi Partai Demokrat pun memberikan dukungannya atas tagar tersebut.

“Virus ini kan sudah mulai melebar,  sudah ada 53 juta rakyat China yang sudah tersebar, terinfeksi. Kita kan nggak tahu nih yang 53 juta ini ke mana. Kalau memang itu yang terbagus, saya pikir Komisi I akan mendukung,” ujarnya.

Syarief menilai penolakan terhadap orang-orang yang bepergian dari China merupakan salah satu antisipasi penyebaran virus Corona.

“Sementara ini kalau mau dibatasi begitu, ya, kalau memang menyebar sekali, mungkin langkah yang patut kita antisipasi,” terang Syarief.

Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Sesditjen P2P) Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto juga mengungkapkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemangku kepentingan di semua bandara untuk memperketat pemeriksaan di bandara.

“Semua maskapai yang melaksanakan penerbangan dari China ke Indonesia, maka harus memeriksa apakah penumpang yang naik sudah clear dari karantina kesehatan China,” ujarnya.

Hal inilah yang membuat warganet heran dengan Pemprov Sumbar yang malah dengan meriah, gembira dan santainya menerima ratusan turis China ke Kota Pariaman.

@BinarS12 mencuitkan, “Setuju dgn #TolakSementaraTurisChina terkait #VirusCorona. Semua jalur transportasi darat, laut dan udara lebih diperketat. Semua perjalanan dari luar negeri harus izin dan diketahui kementerian dan dinas terkait. Apalagi banyak yg pakai sistem carteran. @jokowi @kemenhub151,” ujarnya. (dn/ery)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close