Peristiwa

Kebakaran di Hotel The 101 OJ Malang, Damkar Evakuasi Penghuni

Kepulan asap dan bau hangus menyerbak di Hotel The 1O1 OJ Malang. Asap tersebut tampak mengepul sejak pukul 09.30 pagi ini (Senin, 27/1). Para staf sibuk berlarian mencari titik api penyebab kepulan asap tersebut.

Kepulan asap itu muncul dari area smoking floor The 1O1 Hotel Malang OJ. Para staf bergerak mendatangi masing-masing kamar untuk memastikan pengunjung hotel dalam keadaan baik-baik saja serta melakukan evakuasi dan mencari keberadaan titik api.

Tak lama, petugas pemadam kebakaran (damkar) juga datang untuk mengevakuasi penghuni hotel. Penghuni dievakuasi dengan menggunakan tangga darurat dan juga katrol. Seluruh tamu dan karyawan hotel juga diarahkan menuju titik kumpul penyelamatan yang berada di samping area hotel.

Dari kejadian itu, ada dua korban luka yang harus dievakuasi menggunakan alat khusus untuk turun ke titik evakuasi bawah hingga dibawa menuju rumah sakit guna mendapat perawatan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Petugas damkar dan juga staf tampak kompak menyemprotkan air untuk memadamkan api.

Namun, semua aktivitas tadi rupanya bentuk simulasi kebencanaan. Hal itu dilakukan sebagai salah satu bentuk antisipasi jika terjadi bencana kebakaran, gempa, atau yang lainnya. Tak hanya dari staf hotel. Pihak damkar, kepolisian dan rumah sakit ikut terlibat dalam penanganan bencana ini.

“Ini sebuah simulasi bagaimana ketika terjadi kebakaran. Semuanya sudah dipersiapkan dengan melibatkan damkar, kepolisian, dan pihak rumah sakit. Sebetulnya untuk internal, kami adakan rutin setiap enam bulan sekali. Dan sudah menjadi aturan dari pihak perhotelan, memang harus ada simulasi,” jelas General Manager (GM) THE 1O1 Hotel Malang OJ Ade Sudrajat.

Menurut dia, penting diketahui akan pelaksanaan simulasi bencana. Sehingga ada antisipasi apabila muncul kejadian tak terduga. Jadi, para staf hotel sudah mempersiapkan diri dalam evakuasi.

“Meski di sini belum pernah ada kejadian, dan mudah-mudahan tidak perlu terjadi ya, tapi paling tidak nanti mereka akan tahu evakuasi seperti apa yang harus dilakukan saat gempa atau kebakaran terjadi,” imbuh Ade.

Lebih lanjut ia menyatakan, peralatan penyelamatan diri ketika ada bencana juga telah disediakan di setiap kamar hotel. Antara lain springler, lampu indikator yang menunjukkan titik api, smoke detector, heat detector, hingga alat pemadam api ringan.

“Untuk alat pemadam kebakaran di hotel, kami juga sediakan lengkap. Sistem alarm juga berjalan dengan lancar. Hidran juga di setiap sudut ada. Bahkan kami berikan pelatihan bagi karyawan dengan ERT (emergency respons team),” pungkasnya.
(acf/hel)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: