Hukum dan Kriminalitas

Kisruh Uang Retribusi Pantai Sine, Ini Alasan Dinas dan Pemdes

Uang retribusi pantai Sine di Desa Kalibatur Kecamatan kalidawir sebesar 63 juta belum diserahkan ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Tulungagung oleh Panitia Tahun baru 2020 Pantai Sine.

Belum disetorkanya uang retribusi ini lantaran belum ada kesepahaman antara Dinas Pariwisata dan panitia tahun baru yang dibentuk berdasarkan usulan pemerintah desa setempat. “Panitia ini dibentuk untuk menyambut para wisatawan yang masuk ke Pantai Sine. Tapi belakangan mereka ingin bagian dari uang retribusi,” terang Eny, Senin (27/1/2020).

Padahal saat pembentukan panitia itu pihaknya sudah menerangkan jika uang retribusi harus diserahkan sepenuhnya ke pemerintah daerah, tanpa ada pengurangan sepeserpun.

Masyarakat dipersilakan untuk mengelola sumber pendapatan lainya seperti lahan parkir, kuliner, penyewaan permainan dan pernak-pernik lainya. “Kami mendorong warga mengelola kuliner dan atraksi wisata sehingga bisa ada pemasukan. Kalau retribusi seluruhnya wajib disetorkan,” sambung Eny.

Namun ternyata setelah pelaksanaan tahun baru 2020, panitia tak kunjung menyerahkan uang retribusi tersebut. Padahal retribusi itu sudah terdata berdasarkan karcis yang terjual. “Sebelumnya ada setengah uang yang disetor ke kami, tapi kami tolak. Maaf, kami gak bisa terima kalau tidak penuh,” tegas Eny

Dari penjelasan yang diterima Disbudpar, panitia beralasan jumlah orang yang menjadi panitia sangat banyak dan mereka juga dijanjikan upah.

Namun ternyata pemasukan di luar retribusi tidak seberapa, sehingga untuk menutup kekurangan mereka minta bagian dari retribusi. Pihakya sudah mengirimkan surat pada panitia untuk segera membayarkan retribusi tahun baru itu. “Saat penyerahan tiket ke panitia tahun baru, ada berita acaranya. Jadi bukti-bukti semuanya lengkap,” katanya.

Secara administrasi, Disbudpar punya kewajiban menyetor retribusi itu hingga akhir tahun. Namun Disbudpar berupaya agar uang itu lekas dikembalikan, dengan memberi tenggat waktu akhhir Januari 2020 kepada panitia tahun baru 2020 Pantai Sine.

Namun Eny tidak menjelasakan langkah apa yang diambil, jika batas waktu itu diabaikan. Sementara itu Kepala Desa Kalibatur, Asim membenarkan jika sampai detik ini pihaknya belum menyerahkan uang retribui yang dimaksud ke Disbudpar. Pihaknya berdalih pendapatan diluar retribusi tidak mencukupi untuk membayar honor bagi panitia yang bekerja pada malam pergantian tahun. “Uang hasil parkir itu tidak mencukupi untuk membayar honor panitia, sehari semalam sebesar 150 ribu per orang,” ujar Asim.

Jumlah panitia untuk malam pergantian tahun sebanyak 143 orang, belum lagi ditambah pengamanan dari Muspika setempat. Lantaran tidak mecukupi untuk membayar honor, pihaknya pun meminta keluwesan dari dinas untuk membagi hasil dari restribusi atau penarikan karcis masuk pantai sine yang diperoleh saat tahun baru.

“Ketika kami setor dan mengutarakan keinginan kami, ternyata dari pihak dinas tidak berkenan. Karena, sesuai perda, hasil Retribusi atau karcis harus di storkan semua,” katanya.

Disinggung jumlah pendapatan dari retribusi pantai Sine ? Asim menjelaskan hasil retribusi pantai Sine pada tahun baru 2020 kemarin mencapai Rp 63.750.000. Namun hasil retribusi itu, belum dia serahkan kepihak Disbudpar. Dia masih menunggu hasil pertimbangan dengan BPD dan DPMD, untuk bisa memberikan solusi dalam penganggaran honor panitia. “Kami harap segera bisa dapat solusi. Termasuk ikut andil dalam pengelolaan. Mungkin kami juga minta hearing ke DPRD Tulungagung,” tandasnya.(jp/ay)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close
%d bloggers like this: