Peristiwa

Kontroversi Johny Indo; si Robin Hood, Jadi Mubalig, Dikabarkan Masuk Kristen Lagi, Dimakamkan secara Islam

Johny Indo ditakdirkan menjadi legenda. Pria yang meninggal dunia Minggu 26 Januari 2020 dalam usia 72 tahun di Tangerang karena penyakit hernia itu menjadi perbincangan karena liku-liku hidupnya yang penuh kontroversi.

Lahir dengan nama Johanes Hibertus Eijkenbum, Johny Indo populer sebagai Robin Hood-nya Indonesia. Dia menjadi perampok bersama geng-nya, Pachinko (Pasukan China Kota) tahun 70-80-an.

Nama Johny melejit pada 1979, setelah dia dan kelompoknya merampok toko emas di kawasan Cikini, Jakarta Pusat. Johny dan Pachinko-nya terus menjadi buruan polisi.

Namun, aksi-aksi perampokan tersebut dijalankan karena ketimpangan sosial dan ekonomi di masyarakat. Johny merasa geram karena jurang perbedaan antara si miskin dan si kaya.

Karena itu, hasil-hasil rampokannya diberikan kepada orang-orang yang membutuhkan. Pria berdarah Belanda itu menjelma sebagai Robin Hood, seorang legenda penjahat dari Inggris yang kerap membagi-bagikan hasil rampokannya kepada rakyat miskin. Tercatat selama terjun di dunia kejahatan, 129 kilogram emas berhasil digasak Johny dan kelompoknya. Geng Pachinko selama beraksi selalu menggunakan senjata api tapi tak pernah melukai korbannya.

Setelah perampokan di Cikini itu, polisi bekerja keras menangkap Johny. Dia dibekuk di Gua Kiansiantang, Sukabumi, dan dipenjara 14 tahun. Sebagai penjahat yang dicap kelas kakap dan membahayakan, Johny ditempatkan di Nusakambangan.

Namun tiga tahun dipenjara, Johny melarikan diri. Itu terjadi pada Mei 1982. Johny berhasil melarikan diri dengan bantuan 34 narapidana di Nusakambangan.

Polisi pun geram sekali karena pelarian Johny. Bahkan muncul perintah “tembak di tempat” jika ada aparat kepolisian melihat Johny.

Selama 12 hari menghilang, ternyata Johny masih bersembunyi di sekitar pulau Nusakambangan. Dia akhirnya menyerahkan diri kepada polisi di sekitar hutan bakau.

Setelah bebas, Johny tertarik menjadi aktor. Dia bermain di beberapa film. Salah satunya adalah tentang kehidupannya. Mengambil judul Johny Indo, film itu tayang tahun 1987 dan cukup digemari masyarakat.

Seiring dengan karirnya di dunia film, Johny memilih masuk Islam. Dia menjadi seorang mualaf. Dia mempunyai nama lain, yaitu Umar Billah. Bahkan, Johny intens belajar agama dan menjadi mubalig. Awalnya, beberapa kali Johny atau Umar Billah mendampingi kiai sejuta umat KH Zainuddin MZ berdakwah.

Ketika Johny Indo meninggal Minggu 26 Januari 2020, masyarakat cukup tersentak ketika mendengar kabar Johny akan dimakamkan secara Kristen. Padahal, masyarakat mengenal dia sebagai mubalig setelah tidak aktif lagi bermain film.

Ternyata, rencana pemakaman secara Kristen itu diketahui dari penuturan sang cucu, Santa. Dia mengatakan, sang kakek sebelum meninggal telah kembali memeluk agama Kristen.

Santa menuturkan bahwa Johny, yang sempat jauh dari keluarga, mulai kembali dan meminta maaf kepada keluarga, khususnya sang istri. Kedekatan ini juga yang disebut membuat Johny memilih memeluk agama sang istri.

Tetapi, Senin 27 Januari 2020 siang ini, Johny diputuskan dimakamkan secara Islam. Johny akan dimakamkan di TPU Selapajang, Tangerang.

Pemakaman secara Islam itu diputuskan setelah keluarga Johny bermusyawarah. Yakni antara keluarga istri pertama Johny, Stella Thia, dan istri kedua, Dian Kurnila. ”Pihak keluarga akhirnya memutuskan menguburkan secara muslim di TPU Selapajang,” ujar Kezia, salah satu cucu Johny. (red/hel)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close