Hukum dan Kriminalitas

Tahun Lalu, Polres Malang Berhasil Sita 400 Ribu Pil Double L

Kabupaten Malang masih menjadi lahan subur bagi pelaku bisnis narkoba. Terutama terkait peredaran narkotika jenis pil double L.

Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya barang bukti peredaran pil koplo (sebutan pil double L), yang selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Kasubag Humas Polres Malang, Ipda Nining Kusumawati menjelaskan awal tahun ini jajaran Satreskoba Polres Malang berhasil meringkus 15 kasus dan mengamankan 19 orang tersangka. Dimana sebagian tersangka yang diamankan tersebut, terlibat dalam peredaran narkotika jenis pil double L.

”Dari ungkap kasus yang kami lakukan, selalu didominasi oleh kasus peredaran pil double L. Dalam setiap tahunnya, jumlah peredaran pil double L memang mengalami peningkatan,” kata anggota polisi yang akrab disapa Nining ini.

Jika melihat catatan kepolisian pada tahun 2018 lalu, lanjut Nining, Polres Malang berhasil mengungkap 301 kasus. Bila dibandingkan tahun 2017 lalu, jumlah tersebut mengalami peningkatan mencapai 64 kasus. Sebab, pada tahun 2017, hanya ada 237 kasus yang diungkap Satreskoba Polres Malang.

“Dari 301 kasus yang terungkap pada tahun 2018, Satreskoba Polres Malang berhasil menyita barang bukti pil koplo sebanyak 38.802 butir,” terang Nining.

Bergeser ke tahun 2019, jumlah ungkap kasus narkoba mengalami peningkatan. Tahun lalu ada 314 kasus dan 358 tersangka yang berhasil diringkus petugas.

”Di tahun 2019 lalu, ada 419.703 butir pil double L yang berhasil kami sita dari tangan para tersangka,” sambung Nining.

Dari hasil penyidikan, masih menurut Nining, Kabupaten Malang termonitor masih menjadi sasaran lokasi peredaran.

Sedangkan bandar dan pemasoknya berasal dari luar wilayah hukum Polres Malang. Salah satunya berasal dari Kota Batu.

”Ada beberapa daerah yang masuk zona rawan peredaran narkoba, selain Kecamatan Dampit, Kecamatan Kepanjen, Bululawang, Pakis, Pagelaran, Gondanglegi, Sumberpucung, Singosari, Sumbermanjing Wetan, dan Turen juga masuk wilayah rawan peredaran narkoba,” pungkasnya.(al/ery)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: