Ekonomi

Tes CPNS, Hotel di Kota Malang Tak Banyak Kecipratan Berkah

Pelaksanaan tes CPNS di Kota Malang nampaknya tak berpengaruh pada okupansi hotel di Kota Malang. Padahal, tes yang berlangsung sejak Senin (27/1/2020) hingga Minggu (2/2/2020) mendatang itu diikuti ribuan peserta dari berbagai wilayah. Pasalnya, Kota Malang juga menjadi tuan rumah bagi peserta CPNS Kota Pasuruan dan Kabupaten Pasuruan.

Assisten Sales Manager Swiss-Belinn Malang Erwinda Moonica menyampaikan, okupansi Hotel sepanjang pelaksanaan tes CPNS tak berpengaruh pada keterisian atau okupansi. Pasalnya, okupansi pada Januari ini sebesar 70 persen, sama dengan periode sebelumnya di tahun yang berbeda. “Setiap tes CPNS sepertinya nggak banyak pengaruh mbak, Januari biasanya memang 70 persen,” katanya.

Hal itu jauh berbeda pada saat libur panjang tepat pada perayaan Tahun Baru Imlek belum lama ini. Di mana okupansi mencapai 94 persen hingga 100 persen. Di mana tamu datang bukan hanya dari dalam Kota Malang, namun juga berbagai kota besar lainnya.

“Januari dikisaran 70 persen, dan cara mengatasinya kami bikin program harga 500rb nett termasuk breakfast satu orang, atau 550rb termasuk breakfast dua orang sampai akhir Januari,” tambahnya.

Hal senada juga disampaikan Account Executive Whiz Prime Hotel Malang, Wanda Rosalina Putri yang menyebut jika pelaksanaan tes CPNS sama sekali tak berpengaruh. Selama satu minggu ke depan, okupansi hotel hanya mencapai 45 persen. Kondisi itu jauh berbeda dibanding libur panjang saat perayaan Tahun Baru Imlek. “Kalau Imlek kemarin 100 persen mbam,” terang dia.

Sementara itu, Sales Executive Fave Hotel Malang, Uswatun Khasanah menyampaikan hal yang berbeda. Menurutnya, okupansi hotel banyak terpengaruh oleh pelaksanaan tes CPNS. Dalam beberapa hari ke depan, okupansi hotel mencapau hingga 100 persen. “Ngaruh kak, sampai 100 persen,” terang dia.

Sebagai informasi, Kota Malang menjadi tuan rumah pelaksanaan tes seleksi komoetensi dasar (SKD). Di mana peserta tes CPNS bukan hanya berasal dari Kota Malang saja, melainkan juga peserta yang mengikuti CPND di Kota Pasuruan dan Kabupaten Pasuruan. Total ada sembilan ribu lebih peserta yang akan menjalani tes SKD hingga 2 Februari 2020 mendatang.(pipi/yah)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close