Peristiwa

Urus Suket, Warga Tulungagung Diimbau Petugas Antre Sejak Subuh

Demi mendapatkan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) warga Tulungagung harus rela datang Subuh ke kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Tulungagung. Mereka takut jika datang agak siang, maka mereka tidak akan mendapatkan KTP-el meskipun  hanya berupa surat keterangan.

“Tadi berangkat dari rumah habis salat Subuh, sekitar pukul 04.30,” ujar Siti Susanah warga Desa Jeli Kecamatan Karangrejo.

Meski sudah mengantre sejak pukul 5 pagi, map yang ada di meja pelayanan sudah mencapai 200 lebih.

Ratusan orang tampak sudah mengantre, bahkan saat gerbang depan belum dibuka pun mereka rela menunggu di depan pagar. Padahal jam pelayanan di Dispendukcapil baru dibuka pada pukul 8 pagi.

Awak media melihat kondisi langsung antrean ini. Sekitar pukul setengah 6 pagi baru tampak petugas kebersihan yang ada di kantor. Mereka membersihkan area luar dan dalam kantor, padahal ratusan orang pemohon KTP-el sudah mengantre.

“Kalau enggak (antre) sejak pagi takutnya enggak kebagian,” ujar Siti lebih lanjut.

Siti mengaku mengurus KTP-el lantaran ada perubahan data pada KTP nya.

Siti tidak sendiri, ada juga Lilik warga Desa Bungur Kecamatan Karangrejo. Wanita berjilbab ini juga harus datang lebih awal agar bisa terlayani hari ini untuk mendapatkan KTP-el.

“Dari pada bolak-balik mending saya tunggu saja,” tutur Lilik.

Saat ditanya yang menyuruh untuk antre sejak Subuh, Lilik menjelaskan itu merupakan anjuran dari petugas kecamatan.

Setelah sampai di Dispendukcapil, Lilik segera menumpuk berkas permohonan KTP-elnya di meja pelayanan. Lantaran harus datang pagi, dirinya rela tidak sarapan dan hanya makan gorengan yang dibeli untuk mengganjal perutnya.

Sementara itu Kepala Dispendukcapil Tulungagung, Justi Taufik beberapa waktu lalu mengatakan blangko KTP-el masih diprioritaskan bagi pemohon baru seperti siswa sekolah yang beranjak dewasa. Sedang untuk pemohon yang mengajukan perubahan data masih akan diberikan surat keterangan.

“Kami prioritaskan bagi pemohon baru, seperti siswa sekolah yang baru akan mempunyai KTP-el,” ujar Justi.

Dirinya beralasan hal itu dilakukan lantaran minimnya blangko KTP-el yang diterimanya dari pusat, maka dari itu dirinya harus selektif dalam memberikan blangko KTP-el.

(jp/krn)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: