Pemerintahan

Verifikasi Data Disnaker-PMPTSP Kota Malang Kini Berbasis Digital, Layanan Lebih Cepat

Layanan online menjadi salah satu layanan yang terus dimaksimalkan Dinas Ketenagakerjaan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang. Sembari menunggu menyempurnakan aplikasi yang ada, kini verifikasi data yang dilakukan pun sudah berbasis digital atau online.

Kepala Disnaker-PMPTSP Kota Malang Erik Setyo Santoso ST MT menyampaikan, verifikasi data yang dilakukan sebelumnya memang berbasis dokumen atau kertas. Namun belum lama ini, verifikasi sudah dilakukan dalam bentuk soft data dan data dapat diakses melalui android ataupun komputer.

Sehingga, langkah verifikasi yang dilakukan lebih cepat dan paperless. Sebab, dalam aplikasi yang digunakan internal Disnaker-PMPTSP Kota Malang itu, seluruh data yang diajukan dapat dicek.

Kemudian data-data yang ada juga dapat ditolak apabila tak memenuhi syarat serta dapat disampaikan kepada pemohon untuk segera memenuhi persyaratan. “Jadi! saya bisa cek di mana saja dan kapan saja sembari memberi catatan jika izin yang diajukan masih butuh penyempurnaan. Di meja saya sudah tidak numpuk berkas lagi. Tinggal waktu persetujuan pakai tanda tangan saya saja yang menggunakan kertas,” terang Erik.

Ke depan, lembar persetujuan menggunakan kertas itu pun ia harapkan juga dihilangkan. Pasalnya,  dalam waktu dekat, tanda tangan elektronik akan diterapkan di Disnaker-PMPTSP. Penerapan tanda tangan elektronik tersebut diyakini mampu meningkatkan layanan pengurusan perizinan dan non-perizinan karena semua proses akan dilalui lebih cepat lagi.

“Jika tanda tangan sudah elektronik, maka semua sudah berbasis digital. Tidak perlu lagi menggunakan kertas,” tambah pria yang gemar berolahraga tersebut.

Meski begitu, Erik menyampaikan bahwa sistem digitalisasi tersebut masih memiliki kelemahan. Salah satunya adalah berkaitan dengan kekuatan jaringan internet. Ketika jaringan internet yang digunakan tak memenuhi kualifikasi, maka proses juga berjalan lambat. “Itu sebabnya, jika mau beralih ke digitalisasi, tidak boleh setengah-setengah,” imbuhnya.

Sementara untuk layanan online yang bisa disentuh oleh masyarakat, lanjut dia, saat ini masih dalam tahap penyempurnaan. Meskipun pada saat ini layanan tersebut sudah dapat dinikmati masyarakat, aplikasi online tersebut masih belum di-launching.

Erik menyampaikan, semua layanan perizinan dan non-perizinan Disnaker-PMPTSP Kota Malang dalam waktu dekat secara keseluruhan akan berbasis online. Termasuk juga untuk layanan perizinan non-OSS (Online Single Submission).

“Sembari itu, kami juga terus sosialisasikan kepada masyarakat. Karena belum semua melek digital,” kata dia.

Sedangkan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya masyarakat atau calon pemohon izin yang belum melek digitalisasi, Disnaker-PMPTSP Kota Malang sudah memiliki operator khusus. Operator tersebut akan mendampingi masyarakat yang masih bingung saat akan memenuhi berkas-berkas dan kebutuhan. “Jadi, ada pendampingan khusus dan kami memiliki operator. Masyarakat tidak perlu khawatir,” pungkas Erik.(pa/hel)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close