Hukum dan Kriminalitas

Politisi Demokrat Minta Masiku yang Masih jadi Buron KPK Jangan Disembunyikan

Keberadaan buron KPK Harun Masuki kader PDI Perjuangan, dalam kasus suap komisioner KPU Wahyu Setiawan sampai saat ini belum terlacak.

Ketua KPK Firli Bahuri pun menyebut pencarian Masiku sejak 9 Januari 2020 sampai kini, hampir 19 hari, ibarat mencari jarum di tumpukan jerami.

Pernyataan itu pun membuat Benny Kabur Harman anggota Komisi III DPR RI Fraksi Demokrat bereaksi serta secara langsung menunjuk hidung KPK untuk berhenti menyembunyikan Masiku, dalam rapat antara Komisi III DPR dengan KPK di Kompleks Parlemen, Senayaj, Jakarta.

“Tolong, Masiku ini jangan terus disembunyikan, tangkap dia sudah. Saya sedih, saya yakin sekali Masiku ada di Republik ini, dan saya tahu pasti ya kita semua, apalagi pimpinan. Maksud saya Pak, masa seorang Masiku ini tidak bisa kita temukan, sedih saya,” ucapnya.

Kuman diseberang lautan terlihat, gajah di pelupuk mata tak terlihat. Begitulah Benny mengibaratkan kasus buronnya Masiku yang belum dideteksi keberadaannya oleh KPK. Ia menyampaikan kalimat satir terkait pepatah itu, bahwa gajah di depan mata tak terlihat dikarenakan ‘kegedean’.

Tak hanya itu, politisi Demokrat ini juga membandingkan upaya pencarian Masiku dengan para gembong teroris. Dimana, kepolisian hanya butuh waktu tiga hari untuk menciduk tersangka teroris besar.

Dorongan anggota DPR Fraksi Demokrat ini juga dimaksudkan agar bola liar terkait keberadaan Masiku yang awalnya saat terjadi operasi tangkap tangan (OTT) KPK disebutkan berada di luar negeri.

Data itu diperkuat oleh pernyataan dari Imigrasi dan Menteri Hukum dan HAM Yossana Laoly. Tapi, berbagai media menyebutkan, Masiku yang terbang ke  ke Singapura pada 6 Januari telah tiba di Indonesia tanggal 7 Januari.

Simpangsiur keberadaan Masiku pun akhirnya dibenarkan oleh Menkumham dan Imigrasi, pada akhirnya. Dimana, Yossana menyampaikan, ada kesalahan teknis yang terjadi di keimigrasian di bawah kepemimpinannya.

Menurutnya, sistem  mengalami error lantaran sudah digunakan sejak 2008 dan tengah dilakukan perbaikan serta pembaruan.

“Jangan ada kesan kasus ini ada tekanan dari penguasa. Sehingga KPK lumpuh, padahal ini momentum baik,” ujar Benny.

Dituding menyembunyikan Masiku, Firli membantahnya secara tegas dan mengatakan KPK tak memiliki kepentingan terkait itu.

“Emang siapa dia (Masiku, red) hingga kita menyembunyikannya ? Saya yakin tidak ada yang menyembunyikan dia,” ujarnya.

Firli pun menyampaikan, pihaknya telah mencari Masiku ke sejumlah tempat yang berpotensi menjadi tempat persembunyiannya. Baik di Sulawesi dimana Masiku diketahui berdomisili maupun Sumatera Selatan sebagai daerah pemilihannya dalam kampanye pemilu 2019 lalu.

Tapi, hasilnya Masiku seperti hilang ditelan bumi. KPK yang dikomandani eks Kepala Polda Sumatera Selatan ini, belum bisa mendeteksi apalagi menangkapnya.

Terkait bola liar lainnya, bahwa KPK melindungi Masiku dan menyampaikan keberadaan di luar negeri, juga ditampik Firli. Pihaknya tak pernah mengatakan terkait itu. Pernyataan itu pertama kali datang dari Menkumham.

“Ini saya pastikan tak ada berita dari KPK tentang Masiku di luar negeri. Itu yang rilis pertama dari Kemenkumham,” ujarnya yang menegaskan, pihaknya pasti akan menangkap Masiku.

“Pasti akan ketangkap,” tandas Firli.

Seperti diketahui, Masiku diduga menyuap karena ingin mendapatkan kursi Nazarudin Kiemas, kader PDI Perjuangan yang wafat menjelang Pemilu 2019 di DPR. Dia berupaya penggeser rekan sedaerah pemilihannya, Riezki Aprilia, yang telah disahkan KPU sebagai caleg yang mendapat limpahan suara Nazaruddin.(dn/ery)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close