Pendidikan

Hormati Ibu Menyusui, UIN Malang Sediakan Gedung Laktasi

Ibu menyusui tak lepas dari perhatian serius Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang). Karena itu, UIN Malang menyediakan ruang Laktasi yang memadai. Hal ini dilakukan untuk membuat ibu menyusui nyaman dalam bekerja.

Tak hanya sekadar ruang, kampus berlogo Ulul Albab di Kota Malang ini menyediakan gedung Laktasi. Gedung tersebut berlokasi di sebelah selatan kantor Ma’had Putra Sunan Ampel Al’Ali.

Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg meresmikan gedung tersebut beberapa waktu yang lalu, disaksikan oleh para wakil rektor, Kabiro, Kepala LP2M, para dekan, serta Darma Wanita Persatuan (DWP).

Prof Haris menegaskan bahwa keberadaan gedung Laktasi ini salah satunya untuk memberikan penghormatan kepada para ibu yang menyusui, sehingga kebutuhan untuk memberikan ASI pada putra-putrinya bisa terpenuhi. Pasalnya memberikan penghormatan kepada para Ibu sudah menjadi anjuran dari Rasulullah.

“Semoga keberadaan gedung Laktasi ini bisa membantu para ibu yang sedang menyusui,” harapnya.

Kewajiban penyelenggara kerja untuk menyediakan ruang Laktasi sendiri sudah diatur dalam Permenkes RI Nomor 15 Tahun 2013.

Ketua Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Malang Dr Isti’adah MA menyampaikan, keberadaan gedung Laktasi itu sangat dibutuhkan, terutama bagi ibu yang sedang menyusui. Sehingga apabila busui berada di kampus UIN Malang tidak perlu khawatir memenuhi kebutuhan asi buah hatinya.

Hak perempuan bekerja untuk menyusui juga tertuang dalam pasal 83 UU Nomor 13 Tahun 2003. Penggunaan gedung tersebut, kata dia, bisa digunakan pada saat jam istirahat atau di waktu tertentu tanpa mengganggu rutinitas lainnya.

Isti’adah menjelaskan keberadaan gedung Laktasi di UIN Malang tidak hanya satu, melainkan ada 11 dan itu jumlah terbanyak yang dimiliki oleh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia.

Gedung Laktasi lainnya diwujudkan sebuah ruangan khusus berada di setiap fakultas dan juga unit-unit yang ada di universitas.

“Untuk itu mari memanfaatkan fasilitas itu dengan sebaik-baiknya dan sebagaimana mestinya,” ajaknya.

“Sehingga dengan begitu pihak kampus mampu berupaya menghormati, menghargai hak para ibu dan anaknya serta ikut meningkatkan kesejahteraan para kaum hawa yang sedang menyusui,” pungkasnya.
(izz/krn)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close