Hukum dan Kriminalitas

Predator Anak Dihukum 5 Tahun Penjara, Ini yang Meringankanya

Awal Bulan Juli 2019 lalu, jagad Tulungagung digegerkan dengan penangkapan Purwanto (33) alias Purnanda, warga Karangrejo yang keseharianya membuka salon di wilayah Desa Bangoan Kecamatan Kedungwaru.

Purnanda ditangkap oleh Polda Jatim lantaran diduga telah melakukan tindakan pencabulan sejenis terhadap puluhan anak. Tentu hal ini membuat masyarakat Tulungagung tercengang.

Kini 7 bulan berselang, rupanya kasus tersebut sudah disidangkan dan status Purwanto kini resmi menjadi terpidana di Lapas Kelas IIB Tulungagung.

Dari pantauan awak media, Purnanda aktif mengikuti kegiatan di dalam Lapas, namun terkesan enggan untuk menceritakan perjalanan kasus yang menimpanya.

Humas Pengadilan Negeri Tulungagung, Yuri Ardiansyah mengakui Purwanto telah menjalani lebih kurang 16 kali sidang untuk kasus pencabulan anak di bawah umur, Purwanto terbukti bersalah membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul.

Vonis terhadap Purnanda telah dilakukan pada sidang putusan 10 Desember lalu. Purnanda dinyatakan secara sah bersalah dalam tindak pidana pencabulan itu. Pria kemayu itu dijatuhi hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan penjara.

Vonis yang dijatuhkan lebih ringan dibandingkan dengan tuntutan jaksa yakni 9 tahun 6 bulan dan denda 300 juta rupiah subsider 6 bulan penjara.

“Putusannya tanggal 10 Desember kemarin, vonisnya 5 tahun dan denda 500 juta rupiah subsider 6 bulan penjara,” ucap Yuri, Selasa (28/1/20).

Lebih ringannya vonis yang dijatuhkan, lantaran ada beberapa hal yang meringankan. Selain tersangka kooperatif selama dalam persidangan, dan kondisinya yang kurang sehat.

Selain itu menurut Yuri, dalam fakta persidangan bahwa korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh terdakwa ini dilakukan kepada 2 orang anak, bukan 50 anak seperti yang dirilis oleh Pihak kepolisian beberapa waktu yang lalu.

“Yang meringankan itu karena selama ini kooperatif, kondisinya yang tidak sehat dan korban yang tadinya dirilis 50 orang anak itu ternyata sesuai fakta persidangan tidak sebanyak itu, yang terbukti hanya ada 2 anak,” pungkasnya.

Yuri menjelaskan, terpidana Purwanto sudah bisa menerima vonis ini dan memilih untuk tidak mengajukan banding dan langsung menjalaninya di Lapas Kelas IIB Tulungagung.

(jp/Krn)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close