Peristiwa

Kini Punya Status PNS, Justru Sekdes Dipermasalahkan Kades

Perjuangan para sekretaris desa se Indonesia menjadi PNS (pegawai negeri sipil)  sudah berhasil. Langkah itu dimulai saat munculnya Ayat (3) Pasal 202 dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004  tentang Pemerintah Daerah yang akhirnya berhasil memunculkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 72 Tahun 2005 dan kemudian kembali berhasil menekan lahirnya PP Nomor 45 Tahun 2007 tentang persyaratan dan tata cara pengangkatan sekretaris desa menjadi pegawai negeri sipil.

Tetapi, kini, setelah berhasil menjadi PNS, justru nasib sekdes tak menentu. “Dulu jabatan sekdes ini juga seperti perangkat desa lain. Namun seiring waktu atas perjuangan bersama, akhirnya secara bertahap, yang memenuhi ketentuan diangkat menjadi PNS,” ujar Ketua DPW Forsekdesi Jawa Timur Karmudji Alwi Binasrillah.

Selama tujuh tahun perangkat yang memang telah di-PNS-kan ini menjalani aktivitas sebagaimana perangkat desa yang lain bertugas. Namun, setelah Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, ada  Pasal 118 Ayat (6) yang menyangkut nasib sekdes. Bunyinya “perangkat desa yang berstatus sebagai pegawai negeri sipil melaksakan tugasnya sampai ditetapkan penempatannya yang diatur dengan peraturan pemerintah”.

“Pasal ini memunculkan wacana bahwa sekdes yang sudah  PNS  ditarik atau dimutasi ke SKPD tanpa memperhatikan frase terakhir pada pasal itu,” ucap Karmudji.

Frase yang dimaksud diatur pemerintah bahkan undang-undang, yang artinya, menurut Karmudji, bahwa sekdes berstatus sebagai PNS ini bukan PNS yang ditugaskan sebagai sekdes. “Jadi harus tetap diposisikan sebagai sekdes sampai pensiun, kecuali apabila minta pindah dengan alasan atau kondisi khusus,” jelas dia.

Karmudji menerangkan, status perangkat desa dan sekretaris desa tidak bisa dipisahkan. Artinya, walaupun saat ini sekdes diangkat sebagai  PNS, tapi juga menjabat sebagai perangkat desa.

Lebih detail Karmudji menegaskan bahwa legalitas yang dimiliki menjadi dua. Terbukti dengan memegang dua surat keputusan (SK), yaitu sekdes sebagai perangkat desa dan SK sekdes sebagai PNS. “Waktu sekdes diangkat PNS, SK sekdes sebagai perangkat tidak dicabut,” tambahnya.

Bahkan, jika sekdes PNS nanti pensiun usia 58 tahun, masih bisa melanjutkan sebagai sekdes perangkat desa sampai usia 60 tahun.

Di rengah perjuangan tersebut, rupanya status sekdes yang di-PNS-kan dan PNS yang ditugaskan sebagai sekdes disamaratakan. Bahkan, banyak terjadi ketidak harmonisan dengan kepala desa karena desa ingin mencari sekdes hasil penjaringan dan penyaringan.

“Karena berstatus PNS, memang banyak sekdes yang bukan berasal dari desa setempat. Maunya, sekdesnya dari desa itu. Kadang mereka lupa bahwa sekarang, jika ada pendaftaran perangkat mulai dari kades, sekdes dan lainnya, siapa pun boleh mendaftar dan tidak harus dari desa setempat,” ungkap Karmudji.

Sebagai ketua Forsekdesi Jawa Timur, Karmudji meminta agar masalah itu tidak memperkeruh hubungan baik antara sekdes dan kepala desa dalam menjalankan kerja melayani masyarakat.

Rupanya, alasan Forsekdesi tidak sejalan dengan Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Tulungagung. AKD menegaskan sikapnya bahwa para kepala desa tidak sepakat dengan sekretaris desa berstatus PNS dan masih dipertahankan di desa.

Menurut Humas AKD Tulungagung Muhammad Akris Riyanto, desa sudah mempunyai undang-undang sendiri, yakni UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. “Desa punya undang-undang sendiri yang harus dijalankan. Jadi, desa harus clean (bersih) dari ASN,” ujar Akris yang juga kepala desa Sambirobyong.

Karena telah ada undang-undang yang mengatur desa dengan penjelasan yang sangat gamblang, Akris menegaskan sudah tidak ada celah untuk mempertahankan ASN dalam struktur desa.
“Tidak ada aturan pengecualian,” tegasnya.

Untuk itu, semua PNS yang kini menduduki jabatan sekretaris desa digharap untuk segera pindah atau mutasi. “Berlaku untuk semua, baik sekdes yang diangkat PNS atau PNS yang ditugaskan jadi sekdes harus dipindah,” pungkasnya. (ab/hel)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close
%d bloggers like this: