Peristiwa

Berikut Kesaksian Dosen UB Kemunculan Virus Corona di Wuhan

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya (UB) Yusuf Risanto beruntung bisa pulang ke Indonesia sebelum akses keluar masuk Wuhan dibatasi mulai 22 Januari 2020 lalu lantaran merebaknya virus corona. Pembina Perhimpunan Pelajar Indonesia Tiongkok (PPIT) di Wuhan ini menjalani studi S3 di Huazhong University of Science and Technology.

Yusuf mengungkapkan, virus Corona muncul pertama kali justru dari Pasar Hankou. Hankou sendiri adalah salah satu dari tiga kota yang terletak di kotamadya Wuhan modern di provinsi Hubei, Tiongkok. “Jadi sebenarnya pada saat sebelum virus ini ramai waktu itu teman-teman di Wuhan sudah mendengar bahwa awalnya ada di Pasar Hankou. Hankou itu bagian dari Provinsi Hubei, tapi bukan di Wuhan. Jauh dari kampus kita,” ucapnya saat ditemui di Gedung A FEB UB.

Sementara isu lain yang beredar, virus Corona muncul justru dari laboratorium di Wuhan. Namun, Yusuf menyangsikan hal itu. Sebab, apabila memang benar dari lab maka ia sudah pasti terkena virus tersebut karena lab itu ada di distrik tempat ia tinggal.

Yusuf dan mahasiswa lain sendiri tidak pernah ke Pasar Hankou tersebut. Hal ini karena di area kampus sudah ada pasar sendiri. Selain itu juga tersedia makanan halal. “Kampus kita sebetulnya terkenalnya di medical sama teknik. Dia pusatnya memang untuk China. Yang tadi disebutin (lab) mestinya di kampus kita karena dia topnya medical untuk Cina,” timpal Dosen FEB UB Didiet Afandi yang juga tengah menempuh S3 di Huazhong University of Science and Technology di Wuhan menambahkan.

Sementara itu, informasi dari Huazhong University of Science and Technology, sebelumnya mahasiswa Indonesia dilarang ke China sampai tanggal 15 Februari 2020. Namun, beberapa hari yang lalu Yusuf dan kawan-kawan di Indonesia mendapat kabar bahwa Huazhong University of Science and Technology melarang para mahasiswa kembali ke sana hingga waktu yang tidak ditentukan.

“Baru beberapa hari yang lalu email dikirim lagi bahwa kita tidak diperbolehkan balik ke kampus atau ke Wuhan hingga waktu yang tidak ditentukan. Artinya memang sekarang tahapannya sudah pada level memang darurat. Semua mahasiswa yang sedang liburan di luar China itu tidak boleh kembali ke China hingga waktu yang tidak ditentukan dan menunggu pemberitahuan lebih lanjut,” beber Yusuf.

Para mahasiswa di luar China itu sendiri diminta mengirim laporan kondisi kesehatan masing-masing individu ke kampus. “Sementara kalau di dormitory (asrama) di dalam kampus itu tiap hari harus lapor,” tandasnya.(ii/ay)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close