Peristiwa

Terus Berkembang, Gapoktan Sido Makmur Mampu Kelola Modal Hingga Ratusan Juta Rupiah

Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sido Makmur menyampaikan laporan pertanggungjawaban Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) tahun 2019 kepada anggotanya, di kantor Desa Sidomulyo Kecamatan Gondang Tulungagung, Kamis (30/01).

Acara itu dihadiri oleh Kepala Kantor Kecamatan Gondang, Sugeng Riadi beserta Kasi Penyuluhan dan Pembiayaan Dinas Pertanian Tulungagung, Edi Purwosantosa, serta perwakilan anggota Gapoktan. Setelah pembacaan laporan, dilanjutkan dengan pemilihan pengurus baru Gapoktan Sido Makmur.

Penyampaian LPJ Gapoktan itu diapresiasi oleh Kepala Kantor Kecamatan Gondang, Sugeng Riadi. Pasalnya pengurus selalu bisa menyelesaikan laporan pertanggungjawabannya sebelum bulan Januari berakhir.

Gapoktan Sido makmur merupakan Gapoktan ke 5 di wilayah Kecamatan Gondang yang bisa menyelesaikan pertanggungjawabannya sebelum bulan Januari berakhir.

Pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Kecamatan Karangrejo itu berharap pengurus Gapoktan terpilih harus segera mempercepat proses pembentukan koperasi untuk memudahkan anggotanya yang selama ini sudah cukup aktif mendukung keberlangsungan Gapoktan.

Saat ini Gapoktan Sido Makmur memiliki aset sebesar Rp 222 juta dari modal awal sekitar Rp 100 juta dari Kementerian Pertanian.

“Anggota harus memiliki prinsip, kerja cepat, kerja bersama dan yang terakhir harus merdeka, cepat meminjam agar ada aktivitas dan cepat mengembalikan,” tuturnya.

Sementara itu Kasi Penyuluhan dan Pembiayaan Dinas Peranian Tulungagung, Edi Purwosantosa mengakui, Gapoktan Sido Makmur menjadi salah satu Gapoktan di Tulungagung yang mampu berkembang.

“Dapat 100 juta di tahun 2008, sekarang terus dikembangkan dan asetnya mencapai 222 juta, sebagian besar asetnya untuk simpan pinjam anggota, ada beberapa sih yang seperti laptop dan lain- lain untuk administrasi,” terangnya.

Pihaknya berharap, dengan aset yang ada, keberadaan Gapoktan ini harus bisa memberikan manfaat anggotanya dalam mengembangkan usaha pertanian yang selama ini digeluti oleh masing-masing anggota.

“Yang belum mengembalikan harus diultimatum agar segera mengembalikan, yang pinjam juga harus dimanfaatkan untuk pengembangan usaha pertaniannya,” tegasnya.

Sementara itu Ketua Gapoktan terpilih, Anshori mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan pengurus yang lain untuk melihat dan menjajaki keinginan anggota, termasuk kalau ada model simpan pinjam, modelnya yang bagaimana yang diinginkan agar antusias anggota juga tinggi.

“Kita koordinasi dengan pengurus yang lain, kita jajaki keinginan anggota seperti apa, untuk menyusun program di tahun depan,” ungkapnya.(jp/krn)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close