Ekonomi

IPB Beri Rekomendasi Pemkab Malang Kurangi Angka Kemiskinan

Pengentasan kemiskinan di Kabupaten Malang menjadi satu dari tiga program strategis hingga awal tahun 2021. Berbagai program kerja pun difokuskan ke arah penurunan angka kemiskinan yang masih berada di angka 10,37 persen atau sebanyak 268.492 jiwa terkategori warga miskin.

Masih tingginya angka kemiskinan ini pula yang membuat berbagai kalangan, tak terkecuali akademisi memberikan beberapa rekomendasinya. Seperti yang disampaikan oleh lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat (LPPM) Institut Pertanian Bogor (IPB).

Melalui wakil ketua LPPM IPB Prof Agil Suprayogi, ada tiga rekomendasi yang diusulkan pihaknya kepada pemerintah kabupaten (Pemkab) Malang, terkait program pengurangan kemiskinan.
Pertama, di sektor peternakan dengan rekomendasi pembentukan  sekolah peternakan rakyat (SPR) IPB di Desa Arjowilangun, Kecamatan Kalipare. Dimana, SPR bisa dikembangkan untuk komoditas sapi potong  dan penggemukan sapi.
Rekomendasi kedua, adalah inisiasi sekolah perikanan rakyat IPB di Desa Maguan, Kecamatan Ngajum dengan usaha pembenihan ikan lele dan pembesaran ikan lele  di Desa Blayu, Kecamatan Wajak. Terakhir, adalah pembinaan, pendampingan dan fasilitas pengembangan Koperasi Sentra Agribisnis Rakyat di Kecamatan Dampit.
Tiga rekomendasi itu menurut Agik, merupakan hasil penelitian selama 3 tahun dalam upaya pengurangan kemiskinan dengan pola pembentukan usaha mandiri berbasis masyarakat.
“Tiga rekomendasi ini bagian dari terobosan untuk Pemkab Malang. Kami angkat peternakan dan perikanan dikarenakan Kabupaten Malang sebagai sentra terbesar di sektor itu,” ucap pria asal Malang ini.
Agik melanjutkan, tiga rekomendasi itu tentunya tergantung pada proses kebijakan yang akan diambil oleh Bupati Malang Sanusi ke depannya. Pihaknya, sebagai akademisi dalam ikut serta dalam pembangunan, hanya sebatas pada memberikan berbagai masukan pemikiran, maupun penelitian yang diharapkan bisa diimplementasikan ke depannya.
“Rekomendasi kita sebagai bentuk bakti ke Pemkab Malang yang intens bergerak dalam pembangunan. Tentunya, semua kembali pada kebijakan bapak Bupati pada nantinya,” ujarnya.
Seperti diketahui, sektor peternakan di Kabupaten Malang memang terbilang memiliki potensi besar selama ini. Untuk peternakan sapi, baik potong maupun perah, misalnya, Kabupaten Malang menjadi kawasan sentra sapi terbesar daerah di skala nasional. Dengan jumlah populasi sapi sekitar 223.717 ekor dan untuk sapi perah mencapai 81.150 ekor. Dimana, Wajak menjadi salah satu sentra peternakan sapi terbilang besar. Dengan populasi sapi di tahun 2018 lalu mencapai sekitar 18 ribu ekor.
Pun dengan peternak kambing yang sampai 2019 lalu populasi hewan ini mencapai 253 ribu ekor. Serta peternakan hewan lainnya yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Malang.
Di sektor perikanan, khususnya pembudidaya ikan tawar, hampir di 33 kecamatan Kabupaten Malang memilikinya. Dengan jumlah produksi budidaya ikan tawar tahun lalu sebanyak 20.562,55 ton.
Potensi sektor perikanan Kabupaten Malang itu tentunya perlu terus ditingkatkan ke depannya. Maka, usulan adanya sekolah peternakan dan perikanan rakyat, menjadi sebuah wadah yang tepat untuk dijalankan. Badan Pangan Dunia/FAO (Food and Agriculture Organization of The United Nation) merilis data, bahwa konsumsi ikan masyarakat dunia cenderung naik secara signifikan. Tahun 2030 tingkat konsumsi ikan dunia akan menyampai 22,5 kg per kapita per tahun.
Tentunya, tiga  rekomendasi LPPM IPB itu, bisa jadi bagian solusi dengan adanya potensi di sektor tersebut sebagai alat mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Malang. Tapi, seperti yang disampaikan Agik, semua itu kembali pada kebijakan Bupati Malang nantinya. (ded/yah) 

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: