Transportasi

Tol Mapan Sudah Hampir Rampung, Pelebaran Jalan Penunjang Dikebut

Pengerjaan Tol Malang-Pandaan (Mapan) terus menunjukkan progress. Saat ini, pengerjaan pintu exit yang berada di Kelurahan Madyopuro Kota Malang pun sudah hampir selesai. Targetnya, tol sudah dapat dilalui pada Februari mendatang.

Namun sayangnya, jalan penunjang di kawasan Madyopuro dan sekitarnya saat ini masih belum rampung. Rencana pelebaran jalan di kawasan Jalan Danau Jonge menuju kawasan Sulfat pun masih belum direalisasikan. Salah satu kendalanya adalah lahan yang hendak dilebarkan tersebut merupakan area Pemerintah Kabupaten Malang.

Sekretaris Daerah Kota Malang, Wasto menyampaikan, sampai saat ini belum ada kesepakatan antara Pemkot dan Pemkab Malang berkaitan dengan rencana pelebaran jalan tersebut. Sehingga, masih akan dilakukan koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Sampai sekarang masih belum ada kesepakatan dengan Pemkab Malang. Karena itu wilayah Pemkab Malang, jadi harus dikoordinasikan lagi,” katanya, Kamis (30/1/2020).

Wasto menjelaskan, ketika lahan milik Pemkab Malang tersebut dibebaskan, maka jalur menuju pusat Kota Malang melalui Jalan Sulfat akan lebih dipermudah. Sehingga kemacetan juga dapat diurai sebagaimana perencanaan yang dibuat saat Tol Mapan baru dirancang dulu.

Selain itu, keberadaan tempat cucian yang tepat berada di mulut pintu exit Madyopuro menurutnya juga akan diusahakan untuk segera diselesaikan. Pemkota Malang menurutnya juga menargetkan agar lahan tersebut bisa segera dibehani sebelum pintu exit Madyopuro difungsikan.

“Untuk yang cucian mobil akan kami koordinasikan lagi,” tambahnya.

Lebih jauh mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang itu menambahkan, upaya lain yang dilakukan adalah permintaan tukar guling pengelolaan jalan di sekitar pintu exit Madyopuro.

Beberapa jalan diusulkan untuk menjadi jalan provinsi ataupun jalan nasional. Sementara jalan yang saat ini dikelola provinsi dan nasional agar diserahkan untuk menjadi jalan kota. Sehingga, penataan lebih jelas untuk kawasan mana saja yang boleh dan dilarang dilalui kendaraan besar. Hal itu diperuntukkan mengurai kemacetan saat exit Madyopuro difungsikan.

“Dan upaya lain yang dilakukan adalah mengoperasikan Traffic Light (TL) Inteligent Transport System (ITS),” terang Wasto.

Menurutnya, ITS sangat efektif mengurai kemacetan. Karena ITS mampu mendeteksi jumlah kendaraan yang menumpuk di setiap persimpangan. Sehingga, jumlah detik lampu merah akan disesuaikan dengan jumlah kendaraan. Semakin banyak kendaraan, maka lampu hijau akan berjalan lebih lama.

“Dan antar persimpangan itu saling terkoneksi,” jelas Wasto.(pa/krn)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close