Wisata

Dapat Kucuran Dana Rp 24 Miliar, Pemkab Tulungagung Bangun Wisata Wilis

Banyak potensi wisata tersembunyi di kaki Gunug Wilis yang meliputi Kabupaten Tulungagung, Trenggalek, Kediri, Ponorogo, Nganjuk dan Madiun.

Dengan adanya potensi wisata ini diharapakn bisa meningkatkan taraf ekonomi warga sekitar. Seperti di Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung.

Pengembangan pariwisata di Kecamatan Sendang baru akan difokuskan pada 2021.

Itu, menyusul disahkannya rencana pengembangan daerah di seputar Gunung Wilis menjadi kawasan prioritas nasional Selingkar Wilis melalui Perpres 80/2019.

Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), melalui Kabid Pengembangan Pariwisata  Heru Junianto mengatakan pemerintah daerah terus melakukan pengembangan pariwisata di Kecamatan Sendang.

Meski diakui olehnya pengembangan pariwisata di tempat ini belum maksimal lantaran anggaran yang didapat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun Dana Alokasi Khusus (DAK) yang diterima Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) terbatas.

Jikapun ada, anggaran itupun juga harus dibagi dengan beberapa destinasi wisata lain, yang tentunya berpotensi meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Seperti pantai Gemah, Gunung Budeg dan lainnya.

“Jika pengembangan wisata hanya mengandalkan APBD itu tidak cukup. Makanya, kami harus mengusulkan anggaran lain, seperti dari kementerian pariwisata. Dengan harapan, pengembangan pariwisata di Tulungagung terus berkelanjutan,” katanya.

Namun dengan adanya Perpres 80/2019 tentang pengembangan kawasan selingkar Wilis, pengembangan wisata di Kecamatan Sendang akan lebih diperhatikan.

Mengingat, selingkar Wilis ini nantinya akan menghubungkan enam daerah.

Yakni, Ponorogo, Madiun, Nganjuk, Kediri, Tulungagung, dan Trenggalek.

Dengan perpres itu nantinya Selingkar Wilis akan menjadi prioritas nasional yang bisa menghadirkan sejumlah proyek berskala nasional. Termasuk untuk pengembangan pariwisata.

Bahkan dalam hal ini, Pemkab Tulungagung melalui Disbudpar mendapat anggaran sebesar Rp 24 miliar.

Dalam master plan yang sudah ditetapkan, tertulis pengembangan pariwisata di kawasan jurang Senggani, Pesangrahan Argowilis, Air Terjun Lawean, Dan Gugus Wisata Sendang.

“Sekarang ini, kami masih menyiapkan Detail Engineering Design (DED) nya. Apa saja yang dibutuhkan dalam pengembangan pariwisata di Kecamatan Sendang. Misal terkait sarpras parkir, jalan menuju lokasi wisata atau lainnya,” terangnya.

Setelah DED rampung di 2020, kemudian dilanjutkan pelaksanaan pembangunan pada 2021.

Meski, anggaran sudah tersedia, namun pembangunannya akan dilakukan secara bertahap.

Sebab, pihaknya tidak ingin mengambil risiko dalam penyerapan anggaran yang bersumber dari APBN.

“24 miliar itu diharapkan bisa terserap semua. Dan tentunya dengan proyek ini bisa meningkatkan perekonomian warga setempat melalui sektor pariwisata,” harapnya.(jp/ery)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close