Peristiwa

Hampir Sebulan Air Mampet, Dua Ribu Warga Menjerit

Dampak bocornya pipa transmisi milik Perumda Tugu Tirta atau sebelumnya dikenal PDAM Kota Malang nampaknya masih belum terurai. Hampir satu bulan terakhir, setidaknya masih ada dua ribu sambungan rumah (SR) langganan Perumda Tugu Tirta yang belum teraliri air sama sekali. Alhasil, warga mengeluh dan meminta agar segera dilakukan perbaikan.

Salah satunya disampaikan warga perumahan City Side, Kelurahan Kebonsari Kecamatan Sukun, Kota Malang, Idha Ismawati. Perempuan berhijab ini mengeluh, lantaran hampir satu bulan air belum juga mengalir. Selain itu, Terminal Air yang ada di kawasan perumahannya pun dinilai masih kurang. Lantaran tak mencukupi dengan jumlah warga setempat.

“Sudah capek saya disuruh ngangsu air terus-terusan. Ini sudah hampir satu bulan, lama sekali airnya nggak ngalir,” katanya, Jumat (31/1/2020).

Dia menyampaikan, selama ini Perumda Tugu Tirta telah menyalurkan tangki air dan membangun terminal air. Total ada sekitar lima terminal air yang ditempatkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga perumahan. Namun jumlah tandon tersebut masih belum mencukupi. Sehingga sering membuat warga tak kebagian air bersih secara merata.

Selain itu, semenjak dipasang terminal air, bantuan tangki air selama ini sangat jarang diberikan. Hal itu pun ia nilai semakin memberatkan masyarakat. Sehingga, saat harus memenuhi kebutuhan air bersih namun air yang ditandon di terminal air habis, maka warga harus mencari air bersih ke lingkungan lain.

Bahkan beberapa memilih meminta air di pom bensin hingga fasilitas umum lainnya. Idha pun saat ini memilih untuk tidak menggunakan air galon seperti saat awal-awal air mati.

“Dulu awal-awal pakai galon mbak, tapi sekarang sudah nggak kuat kalau pakai galon terus,” keluh dia.

Idha pun meminta agar pemerintah segera mengatasi permasalahan krisis air di kawasannya tersebut. Lantaran air bersih merupakan kebutuhan mendasar dan paling utama.

“Saya nggak butuh lagi dijanjikan tandon atau tangki air. Sudah capek ngangsu air terus. Tolong, ini kapan airnya kembali nyala. Saya nggak butuh bantuan tandon kalau masih saja disuruh angkat-angkat air,” tegas dia.

Sementara itu, Direktur Utama Perumda Tugu Tirta Kota Malang, M. Nor Muhlas menyampaikan, sampai saat ini ada sekitar dua ribu saluran rumah (SR) yang belum teraliri air sama sekali. Salah satunya merupakan kawasan Kelurahan Kebonsari dan sekitarnya.

“Daerah Kebonsari ada yang ngalir dan ada yang nggak, tapi secara umum nggak sampai total nggak ngalir,” terang Muhlas.

Dia menyampaikan, upaya dropping dan terminal air menjadi solusi yang ditawarkan di kawasan tersebut. Karena wilayah tersebut masih belum memungkinkan untuk dialiri menggunakan pipa exiting. Alasannya, kawasan tersebut masuk kategori areal critical point.

“Dan air dari Sumber Pitu saat ini debitnya dikurangi jadi 50 liter per detik, dari kebutuhan awal 150 liter per detik. Sehingga masih belum bisa memenuhi secara maksimal,” tambahnya.

Muhlas menyampaikan, paling lama dua minggu ke depan, pipa transmisi yang berada di kawasan Desa Pulungdowo dan Desa Kidal akan dibenahi. Hal itu menyusul adanya persetujuan pengadaan pipa transmisi dari Kementerian PUPR.

“Paling lambat dua minggu perbikan pipa akan dimulai,” jelas Muhlas.

(pa/krn)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: