Pemerintahan

Kuatkan Ketahanan Pangan, Pemkab Malang Intensifkan Kawasan Rumah Pangan Lestari

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang mencoba fokus terus mempertahankan ketahanan pangan di wilayahnya. Tak hanya dengan torehan surplus setiap tahun terkait komoditi beras, sehingga menjadi lumbung pangan Jawa Timur (Jatim), tapi juga mengintensifkan keberadaan potensi kawasan rumah pangan lestari (KRPL) di berbagai wilayah pedesaan.

KRPL bahkan disebut sebagai benteng ketahanan pangan dalam menghadapi kondisi yang diprediksi Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) PBB akan semakin meningkat pada tahun 2050. Dimana, populasi manusia di bumi akan mengalami lonjakan mencapai 9,1 miliar.

Kondisi ini pula yang jadi fokus Pemkab Malang, di saat pembangunan yang mempergunakan lahan pertanian terus terjadi. Serta semakin rawannya berbagai produk makanan yang diolah dengan berbagai zat kimia berbahaya bagi manusia dijajakan.

KRPL yang jadi tumpuan dalam menghadapi kondisi itu. “Kalau beras mungkin kita beli ya. Tapi, bagaimana untuk sayuran, buah, sampai lauknya kita tanam sendiri di pekarangan rumah masing-masing. Ini bisa menjadi alat dalam menguatkan ketahanan pangan keluarga,” ucap Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Malang, Nasri Abdul Wahid, Jumat (31/1/2020).

Mantan Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan ini juga menyampaikan, KRPL di Kabupaten Malang sebenarnya telah dijalankan sejak tahun 2011 lalu. Berbagai desa mulai menggalakkan KRPL, walaupun banyak kendala yang harus dihadapi warga. Misalnya, terkait modal maupun pendampingan yang bisa membuat KRPL berjalan maksimal.

Hal ini disadari Nasri yang akhirnya mampu meyakinkan para pengambil kebijakan dalam program dan anggaran terkait pentingnya KRPL dimasifkan serta mendapat dukungan.
“Alhamdulillah di tahun 2020 ini, program bantuan KRPL bisa disetujui. Kami sama-sama menyadari persoalan pangan menjadi arus utama saat ini yang perlu ditingkatkan. Ada anggaran bantuan dari APBD Kabupaten Malang untuk 7 kecamatan,” ujarnya.

Bantuan KRPL itu masih menurut Nasri, sebesar Rp 50 juta per KRPL. Sehingga total bantuan untuk KRPL mencapai Rp 350 juta. Dimana, bantuan itu nantinya akan berupa pemberian benih sayuran, pupuk, serta lainnya yang berkaitan dengan KRPL.

Sedangkan lokasi bantuan KRPL, untuk tahun 2020, difokuskan pada wilayah kecamatan yang masuk dalam data rawan pangan dan stunting. Hal ini, ucap Nasri, sebagai bagian dalam sinkronisasi program pihaknya dengan OPD lain dalam persoalan penurunan stunting di Kabupaten Malang.

Bantuan KRPL ini pun nantinya juga akan didampingi oleh para petugas dari DKP yang bertugas melakukan edukasi pangan di berbagai wilayah kecamatan tersebut.

Menengok ke belakang, KRPL yang telah dimasifkan di tahun 2011 lalu, sebagian besar masih eksis sampai saat ini. Bahkan beberapa KRPL di desa Kabupaten Malang meraih berbagai penghargaan tingkat Jatim. Sebut saja KRPL Sanankerto, Kecamatan Turen, dengan kampung Rolasnya. Atau di wilayah Kecamatan Pagelaran dengan KRPL Organik, Karangploso sampai Kromengan.

Kesadaran warga dengan KRPL-nya itulah yang tak hanya bisa untuk kebutuhan pangan sehari-hari hingga mampu meraup pendapatan tambahan. Juga membuat wilayah desa semakin terlihat asri dan sejuk dengan KRPL. Lingkungan hidup di wilayah itu pun secara tak langsung terjaga dengan baik dengan kesadaran warganya sendiri.

Maka, Pemkab Malang pun  terus mendukung kesadaran yang telah lahir dan berharap bisa dimasifkan di seluruh wilayah pedesaan di Kabupaten Malang.  (den/krn)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close