Peristiwa

BPBD Kesulitan Bersihkan Material Banjir Bandang Berupa Batu dan Kayu Besar

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar mulai melakukan pembersihan jembatan putus akibat banjir bandang di Dusun Barurejo, Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Blitar, Jumat (31/1/2020).

Petugas dibantu warga sempat kesulitan menyingkirkan kayu dan batu berukuran besar yang ikut terbawa aliran air. Material kayu tersebut merupakan pohon yang mati akibat kebakaran di Gunung Kawi saat musim kemarau beberapa waktu lalu.

“Hari ini kami melalukan pembersihan di jembatan yang kemarin diterjang banjir bandang. Kendala yang kami hadapi material berupa batu dan kayu yang terbawa aliran banjir ukurannya sangat besar-besar. Kayu dan batu itu menyumbat aliran sungai sehingga harus segera dilakukan pembersihan,” ungkap petugas kedaruratan  BPBD Blitar Lukman Rubai, Jumat (31/1/2020).

Lukman menambahkan, petugas BPBD fokus menormalisasi aliran sungai agar jembatan bisa segera dibenahi karena di seberang jembatan masih ada 75 kepala keluarga.

“75 KK itu mayoritas beternak sapi. Setiap hari mereka harus setor susu sehingga sungai perlu segera dinormalisasi agar jembatan bisa dilintasi warga kembali. Agar dampak kerugian ekonomi warga setempat akibat bencana ini juga tidak terlalu besar,” imbuhnya.

Pantauan di lapangan kayu berdiameter sekitar  100 sentimeter  itu dipotong menggunakan gergaji. Kemudian diikat menggunakan tali lalu ditarik ke atas dengan mobil BPBD.

Banjir bandang menerjang lereng Gunung Kawi yang masuk wilayah Kabupaten Blitar, tepatnya di Dusun Barurejo, Desa Krisik Kecamatan Gandusari, Kamis (30/1/2020) sore. Banjir terlihat membawa material lumpur, batu dan potongan kayu berukuran besar. Akibat banjir bandang ini tiga jembatan dilaporkan putus dua lainnya rusak parah. Hingga mengakibatkan puluhan KK terisolasi.(*)
(ar/krn)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close