Hukum dan Kriminalitas

Iming-iming Pendapatan Berkali Lipat, Jadi Modus King of The King

Pola atau modus sama dilakukan oleh Dony Pedro yang disebut oleh pengikutnya sebagai Paduka Yang Mulia dari King of The King dalam mengumpulkan anggotanya. Yakni, dengan mengimingi-imingi anggota dengan uang yang berlipat-lipat ganda.

Dengan syarat para anggota memberikan iuran kepada Dony Pedro. Seperti yang terjadi dan dialami para anggota Indonesia Mercusuar Dunia (IMD) di Kutai Timur, Kalimantan Timur, lembaga di bawah King of The King yang membayar iuran Rp 1,75 juta dan diiming-imingi Rp 3 miliar pada Maret 2020 mendatang.

Modus itu tak hanya dilancarkan ke para anggota saja, tapi juga masyarakat yang bersedia memasang dan membentangkan spanduk King of The King. Seperti di Nganjuk, Jawa Timur (Jatim) yang dijanjikan Rp 1 Miliar.

Kepolisian pun ditantang untuk bergerak cepat agar masyarakat tak mengalami peristiwa Kerajaan Agung Sejagad. Seperti yang dilakukan di Kutai Timur, dimana kepolisian langsung menangkap Ketua IMD-nya BU dan Z serta dijadikan tersangka dalam kasus penipuan.
Untuk lebih meyakinkan, BU menunjukkan dokumen kepemilikan palsu BNI dengan nilai Rp 720 triliun.

“Mereka (tersangka) menjanjikan ke masyarakat (dikembalikan dana setoran) Rp 1-3 miliar. Untuk meyakinkan (calon anggota) mereka sengaja menunjukkan dokumen. Ada dokumen BNI yang bersangkutan BU memiliki harta Rp 720 triliun untuk meyakinkan warga ketika mendaftar,” ucap AKP Ferry Putra Samodra Kasat Reskrim Polres Kutai Timur, seperti dikutip detiknews.com.

BU dan Z bergerilya dengan kontrol Dony Predo yang kini sedang dicari kepolisian. Di Nganjuk, kepolisian masih terus mengawasi gerakan IMD, dikarenakan masih belum adanya bukti-bukti perbuatan melawan hukum. Sedangkan di Karawang, Ketua IMD, Juanda akan dilakukan pembinaan oleh  Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Karawang.

Juanda tercatat sebagai aparat sipil negara (ASN) di Kecamatan Banyuasri, Karawang, sebagai Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial, serta sudah bergabung dengan King of The King sejak 2014 lalu.

Asep Sang Rahmatullah Kepala BKPSDM Karawang, menyampaikan, bahwa pihaknya masih meminta keterangan atas keterlibatan Juanda. “Kita terus pelajari keterlibatannya,” ujarnya.

Munculnya King of The King, setelah Kerajaan Agung Sejagad dan Sunda Empire yang seluruh dedengkotnya dicokok kepolisian, memperlihatkan adanya fenomena memprihatinkan.

Dimana, masyarakat dari berbagai kalangan, dengan mudahnya dimanipulasi oleh orang-orang yang diduga melakukan tindakan penipuan. Walau dengan berbagai pernyataan bombastisnya yang tak masuk akal sehat, masyarakat bisa berbondong-bondong dan mempercayainya.

Ini terlihat dari Juanda yang seorang ASN dan menjadi Ketua IMD Karawang, yang dengan mantapnya menyampaikan bahwa Dony Predo adalah raja di raja dunia. Serta juga menyebut Prabowo Subianto sebagai bagian dari King of The King yang akan bertugas membeli alutsista berupa 3.000 pesawat tempur buatan Eropa.

(den/krn)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close