Hukum dan Kriminalitas

Simpan Puluhan Ribu Pil Koplo Berlabel Vitamin B1, Ibu 4 Anak Dicokok Polisi

Jajaran Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Jombang berhasil menyita 92.245 butir pil dobel L dari tangan seorang ibu rumah tangga di Jombang. Puluhan ribu obat keras berbahaya (Okerbaya) itu, dilabeli tulisan Vitamin B1 untuk mengelabuhi petugas.

Pengedar pil dobel L ini adalah Anis (30), warga Desa Karangmojo, Kecamatan Plandaan Jombang. Ibu 4 anak ini ditangkap di kediamannya pada (17/12/19) lalu.

Kasatreskoba Polres Jombang AKP Moch Mukid mengungkapkan, tersangka sudah 2 bulan ini mengedarkan pil koplo di kota santri. Puluhan ribu butir pil koplo ini diedarkan dengan cara dikemas kantong plastik bening, dan diberi label Vitamin B1. Label vitamin B1 itu dibuat oleh pelaku sendiri.

“Tersangka dapat arahan dari pengendali bahwa setelah datang pil koplo ini disuruh ngemasi dalam kantong plastik. Setelah itu dipasang label untuk mengelabuhi petugas dan orang lain kalau ini adalah vitamin B1,” terangnya saat pers rilis di Mapolres Jombang, Jumat (31/1) siang.

Menurut Mukid, puluhan ribu pil koplo tersebut didapatkan pelaku dari jaringan di Lapas Madiun. Obat keras berbahaya ini dikirim dengan sistem ranjau di wilayah Kecamatan Plandaan.

Bahkan, sambung Mukid, suami dari pelaku ini juga terlibat peredaran narkoba dan sedang menjalani masa hukuman di Lapas Madiun. “Diduga jaringannya ini Lapas. Kita masih kembangkan jaringan Lapas di Madiun,” ujar Mukid saat pers rilis di Mapolres Jombang, Jumat (31/1) siang.

Masih menurut Mukid, Satu kemasan pil koplo berlabel Vitamin B1 tersebut berisi 1.000 butir. Harga perpaket dipatok dengan harga Rp 2,5 juta, dengan harga satuan perbutir Rp 2.500.

Dari total 92.245 butir pil koplo ini, uang yang akan didapat pelaku dari penjualan diperkirakan mencapai Rp 270 juta. “Hasilnya ini untuk kebutuhan sehari-hari. Karena suaminya tidak ada, masih tersandung kasus narkotika,” kata Mukid.

Untuk menjerat pelaku tersebut, polisi menggunakan UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan. “Ancamannya adalah 15 tahun penjara,” pungkasnya. (adr/krn)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close