Pemerintahan

Krisis Air di Kota Malang Berlanjut ke Ranah Hukum, Pemkot Malang Ikuti Prosesnya

Krisis air di Kota Malang selama hampir satu bulan terakhir banyak meresahkan, terutama warga yang menjadi pelanggan Perumda Tugu Tirta atau sebelumnya PDAM Kota Malang. Bahkan, krisis air yang dinilai sangat merugikan itu berujung pada tuntutan di meja hijau.

Warga meminta agar seluruh pihak, tanpa kecuali Pemerintah Kota Malang bertanggung jawab atas insiden tersebut. Pasalnya, warga menilai jika pecahnya pipa bukanlah sebuah bencana. Selain itu, tak sedikit warga yang meminta kompensasi atas insiden pecahnya pipa transmisi yang berujung pada krisis air tersebut.

Menanggapi itu, Sekretaris Daerah Kota Malang Wasto menyampaikan, urusan hukum yang saat ini menjerat Perumda Tugu Tirta akan diikuti sebagaimana ketentuan yang berlaku. Sederet tuntutan akan dianalisa secara teknis untuk mencari hasil yang tepat di mata hukum.

“Hukum sudah berjalan, kami harus menghargai itu,” katanya.

Namun Wasto menyampaikan, krisis air yang terjadi pada dasarnya disebabkan adanya kebocoran pipa. Selama ini, kebocoran pun tidak hanya terjadi di satu sisi saja, melainkan ada beberapa lokasi. Sehingga berdampak pada layanan air bersih di Kota Malang.

“Kondisi sebenarnya di lapangan memang seperti itu, pipa pecah dan itu diluar kemampuan,” papar Wasto.

Sementara berkaitan dengan tuntutan kompensasi, Wasto menyampaikan jika usulan yang diberikan harus ditelaah secara hukum. Dewan Pengawas menurutnya akan bekerja sesuai pedoman hukum untuk mengetahui apakah kompensasi tersebut bisa dijalankan atau tidak.

“Bukan menyangkut uang ada dan nggak ada, tapi menyangkut hukum,” terang dia.

Sebelumnya, pipa transmisi milik Perumda Tugu Tirta Kota Malang yang berada di Desa Pulungdowo Kecamatan Tumpang dan Desa Kidal Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang pecah. Akibat insiden tersebut, ada sekitar 30 ribu saluran rumah (SR) yang terdampak.

Dari data terakhir, Perumda Tugu Tirta Kota Malang menyebut jika masih ada sekitar 2 ribu SR yang belum dialiri air sama sekali. Hal itu dikarenakan wilayah tersebut berada di titik krisis.

Meski begitu, warga tetap meminta agar Perumda Tugu Tirta segera merealisasikan solusi yang tepat atas insiden pecahnya pipa tersebut. (Pa/Lnr)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close