Peristiwa

Rafli PKS Minta Maaf soal Ekspor Ganja

Pepatah “mulutmu harimaumu” agaknya tepat ditancapkan untuk politikus PKS Rafli Kande. Anggota Komisi VI DPR asal Aceh itu menuai banyak hujatan setelah mengusulkan ganja diekspor dalam rapat Komisi VI dengan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto.

Hujatan dan kritikan, baik dari masyarakat maupun partai lain, itulah yang membuat Rafli meminta maaf. Dia juga menarik pernyataannya soal ganja jadi komoditas ekspor.

Permintaan maaf Rafli disampaikan Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini. Jazuli juga mengatakan bahwa PKS sudah memanggil dan menegur keras Rafli.

Menurut Jazuli, ada sejumlah alasan yang membuat PKS menegur keras Rafli. Salah satunya dia menganggap pernyataan Rafli adalah sikap pribadi. Di samping itu, PKS tetap berpegang pada UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang secara tegas melarang ganja. “Yang bersangkutan (Rafli) meminta maaf atas kesilapan pikiran itu,” ucapnya.

Sebelumnya, usulan Rafli soal ekspor ganja terungkap dalam rapat kerja Komisi VI DPR dengan Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto, Kamis (30/1/2020), saat membahas perjanjian dagang ASEAN dengan Jepang. Rafli beralasan ganja bisa digunakan sebagai obat. Legislator dari dapil Aceh itu juga menyinggung mudahnya ganja tumbuh di Aceh.

“Misalnya, ganja ini. Entah untuk kebutuhan farmasi atau apa aja, jangan kaku lah kita. harus dinamis. Ganja ini tumbuhnya mudah di Aceh. Saya rasa ini ganja harus jadi komoditas ekspor, bagus,” kata Rafli saat itu.

Atas permintaan maaf Rafli itu, PKS meminta Rafli berhati-hati dalam membuat pernyataan, apalagi terkait isu sensitif seperti narkoba. Jazuli juga menegaskan PKS tidak menoleransi peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Indonesia.

Hal itu dibuktikan dengan komitmen Fraksi PKS sebagai satu-satunya fraksi di DPR yang mengadakan tes urine untuk anggota dan stafnya dua kali setahun. Karena komitmen itu, Jazuli menyebut BNN menyambut sangat positif sikap Fraksi PKS itu. (red/hel)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close