Hukum dan Kriminalitas

Penanganan Berpindah, Tersangka Dugaan Korupsi Hibah Sapi Kini Ditahan Kejaksaan

Danang Wahyu Kusworo (32), warga Dusun Kedungsingkil, Desa Karangrejo, Kecamatan Boyolangu tersangka dugaan korupsi dana hibah sapi dari Pemprov Jatim tahun 2017, diserahkan ke Kejaksaan Negeri Tulungagung. Tersangka diserahkan bersama semua barang bukti perkara oleh Penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Tulungagung, Rabu (4/3/2020).

Pelimpahan ini merupakan pelimpahan kedua. Dalam pelimpahan ini Danang akan ditahan di Lapas Kelas 2 B Tulungagung.

Sejak ditetapkan tersangka oleh pihak kepolisian, Danang tidak ditahan. Selanjutnya Kejaksaan akan melakukan penahanan selama 20 hari ke depan.

Ia diantarkan ke Lapas Kelas IIB Tulungagung dengan mobil Nissan Evalia AG 553 RP plat merah, bersama tim dari Unit Tipikor Polres Tulungagung.

Menurut Kasi Perdata dan tata Usaha Negara (Datun) Kejari Tulungagung, Condro Maharanto, saat ini kewenangan perkara ini sudah berpindah ke  Kejaksaan.

“Selain menerima pelimpahan tersangka, kami juga menerima pelimpahan barang bukti dari penyidik kepolisian,” terang Condro.

Salah satu barang bukti yang diserahkan adalah susunan kepengurusan Kelompok masyarakat (pokmas) Tentrem. Dalam Pokmas itu danang duduk sebagai ketuanya.

Penahanan dilakukan atas pertimbangan subyektif Jaksa, karena ditakutkan tersangka melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti.

“Selain itu ancaman hukumannya lebih dari lima tahun, sehingga bisa dilakukan penahanan terhadap tersangka,” sambung Condro.

Ada 4 jaksa penuntut umum (JPU) yang disiapkan oleh Kejaksaan negeri tulungagung dalam persidangan kasus ini di Pengadilan Tipikor Surabaya.

Selama penahanan, Jaksa akan memperbaiki berkas dan dakwaan agar bisa secepatnya dilimpahkan ke pengadilan.

Masih menurut Condro, pihaknya berusaha agar kurang dari 20 hari berkas perkara sudah bisa dimasukkan pengadilan Tipikor.

“Jika masa penahanan habis bisa dilakukan perpanjangan. Tapi kami berusaha kurang dari 20 hari berkas sudah dilimpahkan pengadilan,” tegasnya.

Berdasarkan perhitungan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP), terjadi “total loss” dalam dugaan korupsi ini.

Dana Rp 100 juta dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur tahun 2017, seharusnya dibelikan lima ekor sapi. Namun dari hasil audit, tidak ada satu ekor sapi pun yang dibelikan dari dana tersebut.
(jok/yah)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: