Serba-Serbi

Benarkah Tahan Napas 10 Detik Bisa Tes Gejala Virus Corona? Cek Faktanya

INDONESIAONLINE – Wabah virus Corona kini semakin merajalela di berbagai penjuru dunia.

Terlebih di tanah air, hingga Sabtu (14/3/2020) sudah ada 96 orang yang positif terkena virus Corona.

Kini jagad maya telah dihebohkan dengan cara pengecekan virus Corona dengan menahan napas selama 10 detik.

Hal itu awalnya beredar melalui grup WhatsApp dalam format gambar.

Dalam gambar tersebut, menyebutkan jika tes virus Corona bisa dilakukan dalam waktu singkat tanpa perlu ke laboratorium.

Pesan itu disampaikan dari dokter di Jepang yang mengatakan terlalu lama jika harus menunggu hasil tes dari lab.

Berdasarkan pesan itu, jika bisa menahan napas 10 detik tanpa masalah, tandanya kalian dalam keadaan sehat.

Namun, jika dada merasa sakit atau mengalami kecemasan, tandanya ada infeksi di bagian paru-paru.

Selain itu, tertulis juga jika minum air putih merupakan cara pencegahan utama virus Corona.

Sebab, virus yang menempel di tenggorokan bosa terdorong ke perut dan mati oleh asam lambung.

Dok. Turnbackhoax.id

Lantas apakah benar teori itu bisa dilakukan untuk mengecek gelaja virus Corona?

Dilansir melalui Suara.com melalui penelusuran Turnbackhoax.id, diketahui jika kabar ini tidak benar.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Daeng M Faqih.

Daeng M Faqih mengatakan jika pernyataan itu tidak ada dasar atau tidak benar.

Turnbackhoax.id mengategorikan pesan ini sebagai konten palsu.

Hingga kini, tes deteksi virus Corona hanya bisa dilakukan dengan dua cara.

Yakni melalui swab tenggorokan dan tes PCR yang sudah diakreditasi oleh WHO. (Dk/Lnr)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: