Opini

Bincang Santai Aa Gym & Ustaz Abdul Somad Terkait Virus Corona hingga Polemik Ibadah di Masjid atau di Rumah

INDONESIAONLINE – Pendakwah Aa Gym sempat melakukan video conference bincang santai.

Tak sendiri, ia tampak ditemani oleh Ustaz Abdul Somad.

Perbincangan tersebut terjadi pada Minggu (29/3/2020).

Aa Gym pun mengunggah video perbincangannya bersama Ustaz Abdul Somad di media sosial miliknya.

Keduanya tampak membahas mengenai wabah virus Corona yang kini tengah terjadi di berbagai penjuru dunia.

Di video tersebut, Aa Gym berperan sebagai tuan rumah.

Ia lantas mengajukan beberapa pertanyaan kepada Ustaz Abdul Somad atau yang akrab disapa UAS.

Aa Gym terdengar meminta pendapat kepada UAS mengenai polemik salat berjamaah di masjid atau di rumah saja saat kondisi bahaya seperti ini.

“Kita ini diposisikan pada kalimat ‘meninggalkan masjid’ jadi kalimat ‘meninggalkan masjid’ itu yang melukai hati kita, padahal kita sedang berpindah dari satu sunah ke sunah yang lain. Jangan dikatakan kita tinggalkan masjid, bukan begitu. Kita sedang berpindah dari sunah ketika aman dengan sunah Rasulullah ketika masa wabah,” jawab Ustaz Abdul Somad.

Menurut UAS, dengan kondisi aman tanpa wabah memakmurkan masjid hukumnya sunah.

Namun, jika kondisi seperti ini di tengah wabah penyakit, sunahnya adalah memilih keselamatan.

“Maka yang kita lakukan juga sekarang adalah sunah. Sebagaimana kata Rasulullah, ‘Larilah dari orang terkena penyakit sebagaimana engkau lari dari singa’ Jadi sekarang kita lari dari orang yang terkena penyakit ini juga sunah. Kita tidak tahu siapa yang membawa penyakit di masjid itu, bisa orang lain bisa juga kita,” jelas UAS.

Lebih lanjut, Aa Gym bertanya mengenai pihak yang tetap ke masjid saat ada wabah Corona dengan alasan takut kepada Allah SWT.

“Tapi ada juga yang mengatakan begini Ustaz, saya tidak takut sama Corona saya lebih takut pada Allah, maka tetaplah dia ke masjid. Ini bagaimana ustaz?” tanya Aa Gym.

Mendengar pertanyaan itu, UAS mengatakan jika sosok tersebut sombong.

“Itu di satu sisi ada sombongnya. kita sebagai ahlul sunnah wal jamaah, harus ada ikhtiar, kalau tetap terjadi kita beriman kepada rukun imana keenam takdir baik dan tak buruk, tapi sebelum itu harus ada usaha atau ikhtiar dan usaha itu adalah sunah,” jawab UAS.

UAS lantas menegaskan jika dalam beragama harus menggunakan ilmu, bukan perasaan.

Sayangnya kini banyak orang yang beragama tapi modalnya perasaan.

“Perasaan saya tidak enak kalau tidak ke masjid. Kalau perasaan dipakai terus, wah rasanya nggak enak ini bertayammum kalau tidak pakai wudhu. Wah gak enak nih kalau sholatnya dijamak qashar biasanya tepat waktu. Yang benar adalah beragama itu pakai ilmu bukan pakai perasaan,” kata UAS. (Dk/Lnr)

VIDEO LENGKAP:

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close