Opini

Reaksi Menteri Yasonna saat Baca Komentar di Medsos tentang Dirinya: Mirip Halusinasi Provokatif

Gara-gara wabah virus corona di Indonesia, muncul isu bahwa Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly akan membebaskan narapidana kasus korupsi.

Isu tersebut tak ayal menimbulkan pro kontra dari berbagai kalangan, mulai masyarakat biasa hingga deretan tokoh publik. Bahkan, Yasonna dituding pro-koruptor karena dianggap ingin membebaskan pelaku korupsi yang usianya 60 tahun ke atas.

Menanggapi tudingan itu, Yasonna Laoly angkat bicara. Ia lantas menyoroti komentar-komentar terhadapnya di medsos (media sosial).

Yasonna Laoly merasa kata-kata yang ditulis para warganet begitu kasar. Yasonna mengatakan hal yang tidak enak adalah ada yang mengatakan hal-hal tanpa fakta, tanpa data, namun mereka langsung berimajinasi, memprovokasi, dan berhalusinasi menulis komentar.

Menurut Yasonna, isu jika dirinya hendak membebaskan koruptor merupakan imajinasi tanpa fakta. Hal itu cenderung mirip halusinasi provokatif.

Lebih lanjut, Yasonna mengatakan kebijakan ditujukan untuk membebaskan napi yang menghuni sel-sel overkapasitas dengan pertimbangan adalah nilai kemanusiaan.

Yasonna lantas mengulas komentar-komentar di media sosial soal isu pembebasan koruptor yang sama sekali tak benar.

Pria 66 tahun itu mengaku sampai terheran-heran dengan kata-kata yang dituliskan warganet di medsos. Bahkan ia mengatakan bahasa tersebut jauh dari adab ketimuran dan bahasa orang terdidik. “Level keadaban dalam berkomunikasi sudah sangat mundur,” ujarnya.

Diketahui, usulan untuk membebaskan napi koruptor di atas usia 60 tahun muncul saat Yasonna mengadakan rapat bersama Komisi III DPR melalui telekonferensi pada 1 April lalu.

Setidaknya ada 35 ribu narapidana yang akan dibebaskan berdasarkan Permenkum HAM Nomor 10 Tahun 2020 dan Keputusan Menkum HAM Nomor 19.PK.01.04 Tahun 2020.

Napi yang bebas berdasarkan aturan itu hanyalah napi pidana umum dan napi anak-anak. Yasonna menilai ada beberapa jenis pidana yang memang tidak bisa dilepaskan.

Lantas Yasonna menegaskan jika isu dirinya menyetujui pembebasan napi koruptor itu tidak sangat tidak berdasar. (dk/hel)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close