Hiburan, Budaya dan Seni

Viral Lagu Aisyah Istri Rasulullah, Buya Yahya Sarankan Liriknya Diubah, Ini Alasannya

Lagu Aisyah Istri Rasulullah beberapa hari ini sempat menjadi trending YouTube di Indonesia.

Terkiat viralnya lagu tersebut, ulama Buya Yahya rupanya juga ikut menyoroti lirik lagu tersebut.

Bahkan Buya Yahya meminta agar lirik lagu Aisyah Istri Rasulullah itu diubah.

Diketahui, lagu tersebut banyak di-cover oleh beberapa penyanyi dan diunggah di YouTube.

Dalam lagu tersebut, lirik itu menceritakan mengenai istri Rasulullah SAW, yakni Aisyah RA. Pujian pun banyak dilontarakan di lirik tersebut untuk Aisyah RA.

Namun, hal itu justru mendapat tanggapan berbeda dari Buya Yahya. Buya Yahya justru memberikan saran agar lirik dari lagu Aisyah Istri Rasullulah diganti.

Saran tersebut disampaikan Buya Yahya melalui akun Instagram-nya.

Awalnya pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah di Cirebon itu ber-husnudzon (baik sangka) bila niat pembuat lirik lagu sebenarnya ingin mengangkat kebaikan sosok Aisyah RA.

“Nah berkenaan dengan kisah lagu tentang Siti Aisyah itu, kita masih husnudzon.

Semoga yang membuat lagu itu niat baik. Memang di sana ada provokasi ada hamba-hamba yang mencoba merendahkan Sayyidah Aisyah yang tidak pernah rendah dimuliakan oleh Allah.

Ada sekelompok orang semacam itu lalu muncul lagu-lagu tentang Siti Aisyah.

Satu sisi mungkin niatnya baik, kita kembalikan pada niatnya, insyaallah kita husnudzon yang menyusun syair tentang Siti Aisyah itu sampai dilagukan itu insyaallah saya tidak kenal insyaallah niatnya baik untuk mengangkat tentang Siti Aisyah.

Agar orang mentauladani Siti Aisyah, dari sisi ini sesuai dengan niatnya adalah baik.

Akan tetapi kita semua manusia kadang kita melakukan kebaikan dibarengi dengan kesalahan, tinggal kita tegur kesalahannya beres,” ungkap Buya Yahya.

Namun, Buya Yahya lantas menyarankan agar lirik yang menggambarkan fisik Aisyah RA untuk diganti.

“Dan yang membuat syair itu insyaallah tidak terlintas di hatinya untuk merendahkan istri Rasulullah.

Cuma kalau ada syair yang harus dibenahi ayo kita benahi bersama.

Ini kaidah dalam membicarakan jasad nabi, kalau jasad secara umum adalah sah, misalnya tidak mengarah ke sifat-sidat yang spesial, karena itu adalah ibu kita.

Kita dengan ibu sendiri, adik sendiri kakak sendiri, anda laki-laki normal sehat pikiran sehat hati nggak mungkin bisa membayangkan atau menceritakan tentang sifat-sifat fisik detail tentang adik perempuannya atau ibundanya.

Mohon maaf tentang bibir, tentang ini, tentang ini, tidak bisa.

Kecuali sudah rusak hatinya karena nonton yang enggak-enggak.

Makanya para ulama mengatakan kalau bicara tentang sifat jasadnya istri-istri nabi jangan, tidak boleh dilakukan, itu ibunda kita ummahatul mukminin,” jelas Buya Yahya.

“Mungkin yang membuat atau ingin mengembangkan lagu ini coba syairnya digubah ya. Agar kita hadirkan sifat-sifat istimewa dari Sayyidah Aisyah selain yang bersifat jasad.

Siti Aisyah punya kelebihan cerdas, pandai, tanggap, penuh kasih, tegas tapi sejuk wajahnya.

Jangan disifati dengan mohon maaf saya tidak tega membacanya. Ada di bait pertama ini baris pertama mulia indah bisa diganti setelahnya.

Mulia indah berseri boleh, masih wajar, tapi mulia indah ada tengah-tengahnya itu digantilah mungkin dengan sejuk wajahnya, bisa jadi semacam itu.

Kemudian bait pertama baris kedua kami pun tidak bisa membacanya karena saya tidak bisa membaca semacam itu.

Bisa diganti itu misalnya dengan mungkin sifatnya ditonjolkan cerdas, pandai, dan penuh kasih sayang bisa saja diganti seperti itu.

Bukan mensifati wajah, saya tidak bisa membacanya baris yang kedua dari bait pertama,” ungkap Buya Yahya.

Berikut ini lirik Lagu Aisyah Istri Rasulullah

Mulia indah cantik berseri
Kulit putih bersih merah dipipimu
Dia Aisyah putri Abu Bakar
Istri Rasulullah

Sungguh sweet Nabi mencintamu
Hingga Nabi minum di bekas bibirmu
Bila marah, Nabi kan bermanja
Mencubit hidungnya

Aisyah…
Romantisnya cintamu dengan Nabi
Dengan baginda kau pernah main lari-lari
Selalu bersama hingga ujung nyawa
Kau disamping Rasulullah…

Aisyah…
Sungguh manis oh sirah kasih cintamu
Bukan persis novel mula benci jadi rindu
Kau istri tercinta Ya Aisyah Humairah…
Rasul sayang, kasih, Rasul cintamu

Mulia indah cantik berseri
Kulit putih bersih merah dipipimu
Dia Aisyah putri Abu Bakar
Istri Rasullallah

Sungguh sweet Nabi mencintamu
Bila lelah Nabi baring di jilbabmu
Seketika kau pula bermanja
Mengikat rambutnya

Aisyah…
Romantisnya cintamu dengan Nabi
Dengan baginda kau pernah main lari-lari
Selalu bersama hingga ujung nyawa
Kau disamping Rasulullah…

Aisyah…
Sungguh manis oh sirah kasih cintamu
Bukan persis novel mula benci jadi rindu
Kau istri tercinta Ya aisyah Humairah…
Rasul sayang, kasih, Rasul cintamu. (dk/hel)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close