Berita

Masih Dilakukan di Beberapa Negara, WHO Anggap Penyemprotan Disinfektan di Jalanan Sebuah Kekonyolan

INDONESIAONLINE – Penyemprotan disinfektan hingga kini masih marak dilakukan di Indonesia. Upaya tersebut dipercaya bisa mencegah penyebaran virus corona atau covid-19.

Penyemprotan dilakukan di jalanan, bahkan hingga ke tubuh manusia.

Tak hanya di Indonesia. Beberapa negara juga percaya dan melakukan hal tersebut.

Namun, diketahui Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) justru menganggap hal itu konyol.

Di Indonesia, penyemprotan telah dilakukan di beberapa provinsi dan berbagai daerah. Antara lain di Surabaya, Bali, Bandung, Madiun.

Fenomena penyemprotan disinfektan ini juga terjadi di India, Meksiko, hingga Turki.

Lantas seperti apa pandangan WHO terhadap penyemprotan disinfektan di jalanan?

Dilansir melalui siaran DW News, presenter Phil Gayle menanyakan hal tersebut kepada Kepala Jaringan Wabah dan Tanggap Darurat Global WHO Dale Fisher.

“Mungkin itu adalah citra masyarakat yang kita anggap serius, saya tidak tahu. Yang jelas, itu adalah hal yang tidak kami rekomendasikan. Kami tidak percaya orang-orang tertular virus dari permukaan tanah (jalanan -red),” kata Dale Fisher.

Ia menyebut, mencuci tangan dan menjaga jarak merupakan cara yang lebih baik ketimbang menyemprotkan disinfektan.

“Saya lebih melihat orang-orang mencuci tangan dan menjaga jarak. Hal seperti itulah yang merupakan aksi tanggap masyarakat terhadap virus, bukan menyemprotkan klorin di mana-mana,” kata Fisher.

Dikutip melalui Reuters, Fisher menganggap jika langkah tersebut bisa merugikan kesehatan masyarakat, membuang waktu, dan menghamburkan sumber daya.

Bahkan penyemprotan disinfektan di jalanan dianggapnya konyol. “Itu adalah sebuah gambaran konyol di banyak negara,” kata Fisher. (Dk/Lnr)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close