Pemerintahan

Cek Sekolah yang Jadi Rumah Singgah Pemudik, Bupati Trenggalek Minta Jangan Ada Stigma Negatif

Pemerintah Kabupaten Trenggalek sudah menyiapkan rumah singgah dan ruang isolasi bagi pemudik yang nekat pulang kampung dari wilayah atau kota terjangkit covid-19. Bangunan sekolah yang saat ini tidak digunakan disulap jadi bilik-bilik kamar dan diberi tempat tidur.

Untuk memastikan semua fasilitas sudah terpenuhi, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin beserta forkopinda mengecek kesiapan ruang isolasi yang ada di SMPN 1 Pogalan, Kecamatan Pogalan, Trenggalek.

“Ingat, rumah singgah dan ruang isolasi ini bukannya tempat observasi bagi para pasien positif covid-19 yang nekat mudik namun tidak memungkinkan untuk mengisolasi diri di rumah,” kata Arifin, Rabu (15/04/20).

Bupati Trenggalek juga mengimbau kepada muspika Kecamatan Pogalan serta beberapa pemangku kebijakan di tempat tersebut agar jangan sampai ada stigma negatif dengan disiapkannya ruang isolasi di ruang sekolah tersebut.

“Jangan ada stigma negatif kepada mereka dan tempat ini karena tempat ini kami persiapkan untuk mengantisipasi penyebaran covid-19 yang kemungkinan bisa terbawa oleh masyarakat  yang  pulang kampung,” ujarnya.

Pria anak tiga tersebut juga meyakinkan bahwa ruangan isolasi ini tidak akan menularkan virus ke anak-anak ketika nanti masuk sekolah. Pasalnya, ketika sekolah tersebut sudah akan digunakan, bakal disemprot dengan disinfektan terlebih dulu.

“Masa inkubasi virus ini hanya 14 hari. Sehingga setelah lebih dari masa itu, covid-19 akan mati sendiri. Selain itu, kami pastinya akan melakukan disinfeksi sebelum ruangan ini digunakan kembali,” terang bupati termuda itu.

Pihaknya juga menerangkan bahwa saat ini Pemkab Trenggalek masih fokus di Kecamatan Pogalan. Pasalnya, di kawasan tersebut banyak pemudik yang datang dari beberapa tempat risiko seperti Surabaya dan Malang.

“Jika hal ini diteruskan, tentunya berisiko bagi warga sekitar. Maka jika mereka tidak bisa melakukan isolasi secara mandiri di rumah, maka bakal kami jemput paksa dan kami tempatkan di tempat ini,” tegas Gus Ipin, sapaan akrabnya.

Akan ada lima ruang khusus yang sudah disiapkan. Lima ruang tersebut bisa menampung lima hingga enam kasur. Bila difungsikan secara maksimal, bisa menampung hingga 100 orang pemudik.

“Rumah singgah ini nantinya juga akan dilengkapi dapur umum, yang logistiknya disediakan Dinas Sosial. Namun yang masak nantinya kalau bisa UMKM setempat sehingga pelaku ekonomi ini bisa tergerak,” ungkapnya.

Bupati berharap, walaupun tempat sudah disiapkan, jangan sampai ada yang menghuni tempat isolasi ini. Artinya semua orang bisa disiplin tidak melaksanakan mudik sehingga tidak memberikan risiko bagi tempat yang didatangi.

“Kami tegaskan, siapa pun yang masuk adalah saudara kita sehingga akan tetap kita layani. Namun mereka juga harus mematuhi protokol kesehatan. Jadi, daripada mudik tidak ketemu keluarga atau harus tidur di sini dahulu selama 14 hari, lebih baik tunda mudik Anda. Presiden juga sudah mengganti cuti hari raya ke bulan Desember nanti,” ucapnya. (gry/hel)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: