PeristiwaPeristiwa

Daftar Penerima BST di Kota Malang Ada Anak 9 Tahun Hingga Penerima PKH

Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial sudah dicairkan untuk warga Kota Malang sejak Rabu (6/5/2020) kemarin. Dalam tahap awal itu, petugas pun menemukan adanya penerima bantuan yang tak semestinya terdata.

Mulai dari adanya penerima ganda dengan jenis bantuan lainnya seperti penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), hingga ditemukannya satu keluarga dalam satu KK yang seluruhnya tercatat sebagai penerima bantuan. Alhasil, untuk sementara waktu para penerima bantuan yang tercatat itu harus bersabar sampai mendapat persetujuan dari pemerintah pusat.

Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan, dalam penyaluran tahap awal tersebut, telah ditemukan adanya satu keluarga yang seluruhnya tercatat sebagai penerima bantuan. Mereka terdiri dari bapak, ibu, dan anak yang masih berusia  sembilan tahun.

Lantaran tak sesuai kriteria, karena semestinya satu KK hanya satu saja yang tercatat sebagai penerima bantuan, maka untuk sementara waktu uang tersebut belum diserahkan kepada yang bersangkutan.

“Akan kami laporkan secara berjenjang. Sementara uang akan kami amankan dulu. Nanti akan ditentukan salah satu yang akan menerima bantuan dari tiga nama yang tercatat,” terangnya.

Pensortiran itu menurutnya akan berlaku bagi seluruh penerima bantuan sosial nontunai (BST) yang bersumber dari anggaran Kementerian Sosial. Termasuk dalam tahap finalisasi yang akan dilakukan pada Sabtu (9/5/2020) mendatang.

“Selain di Kantor Pos, sisanya akan disalurkan di masing-masing kelurahan dan Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara),” terangnya.

Dia pun berharap agar petugas tetap melakukan sistem sortir untuk menghindari dobel penerima. Itu sebabnya, dalam setiap pencairan juga melibatkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Malang untuk melihat langsung detail dan informasi penerima bantuan.

Karena sesuai ketentuan yang ada, para penerima BST harus keluarga yang sebelumnya belum menerima bantuan sosial lain. Di antaranya seperti penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Kartu Sembako, serta Kartu Pra-Kerja.

Sementata itu, Camat Klojen, Heru Mulyono menambahkan, selain satu keluarga yang seluruhnya tercatat sebagai penerima bantuan, juga ditemukan adanya penerima bantuan PKH yang tercatat sebagai penerima BST.

“Dan belum kami serahkan, harus dilaporkan dulu. Karena kan kriterianya harus yang sebelumnya tak menerima bantuan. Kalau sudah dapat PKH nggak boleh dapat BST,” imbuhnya.

Sementara itu, Kota Malang sendiri mendapatkan jatah atau kuota penerima BTS sebanyak 22.718 jiwa. Jumlah itu berasal dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sebanyak 13.990 jiwa dan ditambahkan dengan data non DTKS yang sebelumnya didata sendiri oleh Pemerintah Kota Malang sebanyak 8.728 jiwa.

Para penerima bantuan mendapatkan pencairan sesuai skema yang berbeda. Untuk yang tak memiliki rekening di Bank Himbara, maka penerima bantuan akan mendapat bantaun melalui Kantor Pos. Total untuk penerima manfaat yang bantuannya disalurkan melalui kantor pos di Kota Malang mencapai 20.094 jiwa.

Dengan rincian penerima bantuan di Kecamatan Blimbing jumlah penerima manfaat sebanyak 4.073 jiwa, kecamatan Kedungkandang 2.966 jiwa, kecamatan Klojen 3.568, kecamatan Lowokwaru 3.407  jiwa dan kecamatan Sukun 6.080 jiwa. Total BST untuk kota Malang yang disalurkan melalui Kantor Pos Malang senilai Rp 12.056.400.000,- atau terinci Rp 600 ribu/jiwa/bulan untuk masa bantu selama tiga bulan.

Sedangkan sisanya, akan menerima bantaun melalui rekening masing-masing. Beberapa bank yang dimaksud adalah BRI, BNI, Mandiri, dan BTN. Masing-masing juga menerima bantuan sebesar Rp 600 ribu selama tiga bulan, terhitung sejak April 2020. Di mana bantuan untuk April diserahkan pada bulan ini. (pip/yah)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: