Pemerintahan

Jelang PSBB Malang Raya, Gubernur Jatim Tinjau Lumbung Pangan di Kota Malang

Proses sosialisasi jelang pelaksanaan efektif Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Malang Raya dilangsungkan mulai hari ini (Kamis, 14/5/2020) hingga Sabtu (16/5/2020).

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara langsung memimpin sosialisasi tahap awal kepada masyarakat dengan mengunjungi salah satu lumbung pangan di Kota Malang, tepatnya di Kampung Narubuk RW 02, Jalan S Supriadi gang 7 Sukun, Kamis (14/5/2020).

Dalam hal ini ia memastikan kesiapan penanganan Covid-19 sampai ke tingkat elemen masyarakat di lini bawah yakni RT dan RW.

Salah satu yang menjadi perhatiannya, yakni berkaitan dengan penanganan jenazah pasien Covid-19 dengan protap yang sesuai.

Hal tersebut menjadi suatu kekaguman tersendiri sebab masyarakat telah paham akan keadaan yang di luar sana banyak dianggap sebagai sesuatu yang seram.

“Pola-pola yang mungkin sebelumnya dianggap seram, cara memandikan jenazah, lalu jenazah yang terkonfirmasi positif Covid-19, cara mengkafani jenazahnya bisa disampaikan kepada masyarakat dengan cara yang menurut saya sangat sederhana tapi masyarakat paham. Sehingga ini menghindarkan dari kemungkinan menolak pemakaman di beberapa tempat yang sering terjadi,” terangnya.

Kampung Narubuk ini menjadi perhatian Gubernur, lantaran sudah sejak Maret lalu menerapkan konsep lumbung pangan guna membantu warga terdampak Covid-19 yang secara ekonomi sosialnya.

Bahkan hal ini melirik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur untuk dijadikan acuan prototype penanganan Covid-19.

“Ini konsep yang sangat bagus. Rencananya akan kami jadikan prototype penanganan dampak Covid-19 untuk jadi contoh daerah lain di Jawa Timur. Konsep seperti ini perlu digalakkan lagi. Warga juga jadi berpartisipasi aktif,” imbuhnya.

Ia juga menilai, mekanisme lumbung pangan kampung sebagai sebuah tempat untuk mengajak masyarakat sekitar berpartisipasi.

Karenanya, hal ini bisa menjadi pilihan bagi warga terdampak yang membutuhkan asupan bantuan apapun dari pemerintah daerah.

“Kalau ini dalam format lebih kecil ada lumbung pangan, lumbung pangan mengajak masyarakat bisa berpartisipasi apalagi kalau di 10 hari terakhir bulan ramadan biasanya banyak yang sedekah, banyak juga yang zakat, jadi bisa langsung didistribusikan ke masyarakat yang terdampak,” jelasnya.

Tak hanya itu, melalui upaya tersebut ia berharap proses penanganan Covid-19, baik di Kota Malang, Jawa Timur dan Indonesia bisa terselesaikan.

“Kalau guru besar sudah turun gunung, maka proses edukasi kepada masyarakat akan berjalan dengan baik dan ini jadi pintu yang sangat bagus untuk bisa menghentikan penyebaran Covid-19,” tandasnya.

Untuk diketahui, pelaksanaan efektif PSBB di Malang Raya akan berlangsung selama 14 hari. Yakni mulai Minggu (17/5/2020) hingga Sabtu (30/5/2020).(Acf/Lnr)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: