Profil

Quraish Shihab Paparkan Keindahan Rupa dan Perangai Nabi Muhammad

“Dan sesungguhnya Engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur.” (Al-Qalam:4).

Ayat Al-Qur’an di atas merupakan salah satu bentuk pujian Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Namun, selain budi pekertinya yang luhur, Muhammad juga memiliki fisik yang indah.

Di banyak riwayat dijelaskan bahwa Nabi Muhammad memiliki rambut hitam sampai ke ujung telinga, dahinya agak lebar, giginya putih bersih tapi agak jarang dan ada yang patah karena terkena tombak. Nabi Muhammad juga sangat rajin untuk bersiwak atau gosok gigi. Matanya yang putih sangat putih dan yang hitam sangat hitam. Kulitnya sangat halus, dan warna kulitnya putih kemerah-merahan.

Hal ini dibeberkan Ulama Tafsir Indonesia Quraish Shihab dalam program Narasi saat diwawancarai Najwa Shihab.

“Kalau berjalan dilukiskan sebagai orang yang berjalan di dataran rendah, cepat, gesit. Kalau menunjuk dengan seluruh tangannya. Itu menunjukkan penghormatan. Kalau menoleh bukan hanya dengan kepalanya tapi menoleh dengan seluruh badannya,” paparnya lebih lanjut.

Apabila Muhammad berbicara seringkali mengulang pembicaraannya 3 kali sambil memukul-mukul jarinya.

“Itu pertanda bahwa orang berpikir tentang apa yang diucapkannya,” imbuhnya.

Kalau memaki orang, Muhammad tidak akan menyebut dengan namanya. Minimal Beliau akan berkata, “Mengapa ada orang berlaku ini?” tanpa menyebut nama. Makiannya yang paling buruk adalah, “semoga dahinya terkena lumpur.”

Quraish juga menjelaskan, Muhammad senang senyum. Apabila tertawa terbatas. Jika terdapat candaan yang sangat menyenangkan, Beliau tidak terbahak tapi terlihat semua giginya. Muhammad juga senang bercanda.

Di rumah, Muhammad sangat mandiri. Ia memerah susu sendiri, kalau ada alas kaki atau bajunya yang robek ia jahit sendiri.

Selain itu, Muhammad juga sangat romantis kepada istrinya. Beliau pernah berlomba lari dengan Aisyah. Kalau Aisyah minum dari satu gelas, Beliau ambil gelas itu. Lalu meletakkan juga bibirnya di tempat Aisyah meletakkan bibirnya itu.

“Inilah yang menjadikan orang tertarik kepadanya, tetapi dalam saat yang sama beliau gagah tapi sangat berwibawa. Namun, orang simpati padanya dan Beliau simpati kepada orang lain,” lanjutnya.

Muhammad juga selalu lebih dulu mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan. Dan tidak akan ditarik tangannya kecuali orang itu menarik tangannya terlebih dahulu.

“Ini menjadikan banyak orang tertarik untuk memeluk agama Islam sebelum mengenal ajaran itu,” tandasnya.(ima/yah)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close