Pendidikan

Mewujudkan Kota Religius, Pemkab Segera Luncurkan Buku Selawat

Untuk mewujudkan Jember menjadi kota religius, Pemkab Jember segera menerbitkan Buku Selawat untuk dijadikan panduan bagi anak Muslim di Jember. Hal ini disampaikan Wakil Bupati Jember, Drs. KH. A Muqit Arief saat bertemu dengan Dewan Pendidikan.

Tidak hanya itu, Wabup juga menjelaskan bahwa Pemkab juga akan mengupayakan buku yang sebanding untuk kalangan anak nonmuslim, untuk mendorong Jember menjadi kabupaten religius.

Saat ini, kata wabup, Dewan Pendidikan Kabupaten Jember sedang menyelesaikan tugas untuk membuat buku pedoman selawat anak Jember. “Ini merupakan salah satu agenda Dewan Pendidikan,” ujarnya.

Dalam menyusun buku itu, Dewan Pendidikan juga mengundang beberapa kiai yang berkompeten dalam selawat dan kelompok jamiiyah selawat untuk memberikan masukan. “Karena di Jember banyak jamiyah sholawat jadi kita undang untuk memberikan masukan, dan alhamdulillah semua pihak menyambut gembira,” ungkapnya.

Ada beberapa kriteria dalam buku panduan selawat anak Jember itu. Nantinya selawat yang digunakan tidak begitu panjang, karena hanya dimasukkan dalam acara doa di sekolah sehingga tidak sampai menganggu kurikulum sekolah dan tidak mengganggu jam belajar.

Sebisa mungkin, kata wabup, selawat itu sudah familiar di kalangan anak anak. “Ini sebetulnya hanya pintu masuk saja. Tujuan akhirnya adalah bagaimana anak-anak Jember yang muslim Ini bisa menjadi anak yang cinta Rasul dan senang membaca selawat.

Di samping itu, Dewan Pendidikan menginginkan Jember menjadi kabupaten yang religius, terutama untuk generasi muda.

Karena menjadi generasi muda yang religius, salah satu tolak ukurnya, kalau dalam Islam adalah cinta kepada rasul dan wujudnya senang berselawat. “Saya yakin apabila anak Jember dari tingkatan TK, SD, SMP, RA, MI, MTS semuanya bisa sukses sesuai dengan rencana, senang bersholawat, akan berpengaruh terhadap pendidikan karakter anak-anak di jember,” katanya.

Ada satu usulan baru dan sangat penting, masih kata wabup, untuk menghindari kecemburuan. Yakni Dewan Pendidikan juga diminta untuk bertemu dengan tokoh-tokoh agama Hindu, Budha, Katolik, dan Kristen. “Kira-kira kalau dalam agama mereka apa yang harus menjadi titik tekan. Kalau Islam sholawat, kalau mereka apa,” pintanya. (*)(moa/yah)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close