Pemerintahan

Pemkab Blitar Gencarkan Kepedulian di Bidang Kesehatan, Ini Contohnya

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar terus memberikan perhatian kepada warga kurang mampu. Misalnya, di bidang kesehatan, Pemkab Blitar melalui Dinas Kesehatan memberikan fasilitasi kesehatan berupa pengobatan gratis kepada Mbah Ramini (69) warga Dusun Rejoasari RT 03 RW 01, Desa Gandusari, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar.

Ramini diketahui mengalami patah kaki di kedua kakinya akibat tabrak lari di bulak desaGadungan, Kecamatan Gandusari, pada 20 April 2020 kemarin. Beruntung, Ramini langsung mendapat pertolongan dari perangkat desa setempat dan Muspika Kecamatan Gandusari.

Dia kemudian dirujuk ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi dan menjalani operasi di kedua kakinya yang mengalami patah. Seluruh biaya digratiskan oleh Pemkab Blitar, karena Ramini masuk kategori warga kurang mampu.

Dikatakan Kepala Puskesmas Gandusari drg Fithria Rachmawati, Ramini dipastikan tercover pengobatan gratis dari Pemkab Blitar melalui SPM (Surat Pernyataan Miskin). Untuk pengobatan, awalnya memang yang bersangkutan tidak punya KTP dan NIK karena merupakan orang dalam gangguan jiwa (ODGJ).

ODGJ yang diderita Ramini berasal dari faktor keturunan. Di mana kedua orang tuanya merupakan ODGJ. Kedua orang tua Ramini telah meninggal dunia. Setelah orang tuanya meninggal, Ramini diasuh oleh warga setempat bernama E Mei Hidajati (70) atau yang akrab dipanggil Mama Mei, yang sebelumnya juga merawat kedua orang tua Ramini.

“Ramini ini kondisinya sangat terawat. Sejak dulu saat orang tuanya masih ada dia dirawat oleh Mama Mei. Setelah kecelakaan kemarin, pemerintah desa membuatkan SPM dengan didahului dibuatkan surat keterangan domisili. Dari surat keterangan domisili ini, Mbah Ramini akhirnya diikutkan ke KK nya Mama Mei yang beralamat di Jalan Kelud No 15. Mama Mei dan Mbah Ramini ini hubunganya lain, karena memang tidak memiliki hubungan kekerabatan,” tutur Fithria ditemui di ruang kerjanya di Puskesmas  Gandusari, Senin (29/6/2020).

Setelah dioperasi dan rawat inap di rumah sakit, Ramini saat ini telah diperbolehkan pulang ke rumah Mama Mei. Untuk kelanjutan proses penyembuhan, setiap dua hari sekali dia dikontrol oleh perawat ortopedi dari RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Untuk keperluan berobat sementara, Ramini menggunakan SPM yang diperpanjang 3 bulan sekali.

“Untuk luka di kaki sebelah kanan sudah membaik, hanya luka di kaki kiri memang masih harus rutin dirawat. Untuk yang kaki kiri, karena pen nya belum dilepas maka sebulan sekali harus rutin kontrol ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Untuk kontrol ke Wlingi, Mama Mei dibantu oleh petugas dari desa. Tapi jika dari desa mobilnya dipakai, pakai mobil dari Puskesmas,” paparnya.

Perhatian terus diberikan Dinas Kesehatan kepada Mbah Ramini. Setelah sementara diback up melalui SPM, Puskesmas Gandusari berupaya agar yang bersangkutan tercover jaring pengaman sosial melalui BPJS Maskin.

“Kita usulkan. Dan usulannya memang baru masuk hari ini ke Dinas Kesehatan. BPJS Maskin ini masuknya ke Program Jiwa karena yang bersangkutan ODGJ. Kemarin belum kita masukkan karena memang terkendala Nomor Induk Kependudukan (NIK). Kali ini ada usulan lagi, kita usulkan lewat bidan desa nya. Semoga dalam waktu dekat BPJS Maskin nya segera keluar,” katanya.

Mama Mei diketahui telah merawat Ramini selama lebih dari 20 tahun. Karena sekarang sudah berusia lanjut, Mama Mei kini menggaji orang untuk merawat Ramini yang ODGJ.

“Meski tak punya keluarga, Mbah Ramini ini sejak dulu terawat. Orangnya bersih ya karena dia memang terawat. Hanya, kadang-kadang dia suka jalan-jalan. Dia tertabrak hingga kakinya patah itu ya karena dia suka jalan-jalan,” katanya.

Lebih dalam dia menyampaikan, setelah dipulangkan ke rumah Mama Mei, saat ini Mbah Ramini mendapat pendampingan dari Bidan Desa untuk proses penyembuhan. Selain perawatan kaki, Mbah Ramini juga mendapat terapi kejiwaan dari Puskesmas Gandusari.

“Kami akan terus damping Mbah Ramini hingga dia benar-benar sembuh. Negara selalu hadir untuk masyarakat,” pungkasnya. (Ar/dn)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close